Jelang Tahun Ajaran Baru, Dinkes Temanggung Kebut Vaksinasi Covid-19 Kalangan Pelajar

VAKSIN. Petugas melakukan vaksinasi Covid-19 kepada anak-anak sekolah. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
VAKSIN. Petugas melakukan vaksinasi Covid-19 kepada anak-anak sekolah. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Menjelang tahun ajaran baru, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Temanggung terus berusaha mengejar capaian vaksinasi Covid-19 untuk kalangan pelajar dan tenaga pendidik, meskipun saat ini vaksinasi untuk kalangan dimaksud sudah mencapai 97 persen.

Kepala Dinkes dr Intan Pandanwangi mengatakan, untuk tenaga pengajar pelaksanaan vaksin Covid-19 sudah dilakukan lebih awal, dan kemudian menyusul pelaksanaan vaksinasi untuk usia pelajar mulai dari SD hingga SMA/SMK.

Dikatakan, masih adanya pelajar yang belum divaksin karena salah satu alasannya adalah masih adanya penolakan dari beberapa pihak.

“Masih ada orangtua siswa yang melarang anaknya untuk mendapat vaksinasi. Dinas Kesehatan tidak bisa memaksa anak divaksin, sebab harus ada persetujuan dari orang tua siswa,” katanya.

Ia mengatakan, untuk vaksinasi anak di sekolah, ada program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), yang pada tahun 2022 dimulai Juni 2022.

Dikemukakan ada dua vaksinasi, measles rubella (MR) untuk menghindarkan anak dari risiko cacat hingga kematian, yang dikenal dengan BIAS MR, dan BIAS difteri tetanus (DT) untuk menghindari terhadap penyakit difteri dan tetanus.

Pihaknya mencatat, cakupan BIAS MR di 2021 mencapai 95,16 persen dari target 98 persen dan cakupan BIAS DT sebesar 97,52 persen dari target 98 persen.

“Kami menarget cakupan 98 persen tercapai,” tegasnya.

Diterangkan oleh dr Intan, kegiatan BIAS dikhususkan sebagai upaya dalam mengejar imunisasi dasar lengkap bagi anak-anak usia 12 hingga 59 bulan.

Sementara itu, dikatakan dr Intan, cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) untuk bayi telah mencapai 28,4 persen dari target target 31,7 persen

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Sri Hartati mengemukakan perlunya sosialisasi pentingnya imunisasi, baik MR maupun TD.

Disampaikan olehnya, penyuntikan vaksin ini akan membantu tubuh mengenal dan membentuk kekebalan (antibodi), sehingga mampu melawan virus.

“Kami terus gencarkan pemahaman imunisasi dan memastikan vaksin yang digunakan halal. Pihak yang menolak imunisasi berpendapat ada permasalahan pada vaksin,” tuturnya. (set)