Jelang Ramadan Harga Daging Sapi di Kota Magelang Masih Stabil

AMAN. Stok daging sapi di Pasar Rejowinangun Kota Magelang dipastikan aman, harganya pun stabil menjelang Ramadan tahun ini(foto : wiwid arif/magelang ekspres)
AMAN. Stok daging sapi di Pasar Rejowinangun Kota Magelang dipastikan aman, harganya pun stabil menjelang Ramadan tahun ini(foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM- Stok daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kota Magelang dipastikan aman menjelang Ramadan 1443 H. Harganya pun relatif stabil.

Salah satunya di Pasar Rejowinangun Kota Magelang. Hingga saat ini, harga daging sapi masih stabil dan para pedagang tidak terpengaruh adanya aksi memilih mogok berjualan di sejumlah daerah.

“Para pedagang daging sapi di Pasar Rejowinangun tetap berjualan dan tidak mogok berjualan,” kata salah satu pedagang daging sapi di Pasar Rejowinangun Kota Magelang, Zulaihah (55), Selasa (13/3).

Dia mengatakan, dirinya bersama para pedagang daging sapi lainnya memilih tetap berjualan. Sebab, keuntungan penjualan dijadikannya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Harga jual daging sapi masih stabil, berkisar antara Rp120 ribu hingga Rp125 ribu per kilogramnya dan tergantung bagian daging yang dijual,” katanya.

Ia menambahkan, meskipun harga tidak mengalami kenaikan, tetapi daya beli masyarakat cenderung menurun selama pandemi Covid-19 ini.

“Biasanya naik lagi kalau masuk Ramadan. Kalau sekarang belum, pembelinya masih kurang,” ungkapnya.

Hal serupa juga diungkapkan Siti, pedagang daging sapi lainnya di pasar yang sama. Saat ini harga daging sapi belum ada kenaikan harga. Biasanya harga baru naik ketika memasuki Ramadan dan Lebaran.

Siti menambahkan, kualitas daging sapi yang dijual para pedagang daging sapi di Pasar Rejowinangun tersebut diklaim sangat baik. Daging sapi yang dijual tanpa lemak biasanya dipatok dengan harga Rp125 ribu per kilogramnya.

Sementara itu, Walikota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz memastikan stok kebutuhan pokok di wilayahnya menjelang momen Ramadan aman. Dalam waktu dekat dirinya akan menggelar rapat koordinasi, untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan bahan pokok, termasuk minyak goreng dan gas LPG 3 kilogram.

”Khusus minyak kita akan gelar operasi pasar lagi. Tergantung subsidi dari pusat. Kemarin kita sudah dapat 6.000 liter, dan sekarang akan kita usulkan lagi sampai stabil,” paparnya.

Ia mengatakan, sudah meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang untuk mengintensifkan pengawasan. Jangan sampai menjelang Ramadan, harga sejumlah kebutuhan pokok melonjak, karena minimnya stok dan tingginya permintaan.

“Yang terpenting stok aman. Ini sudah saya minta Disperindag untuk rutin mengawasi, jangan sampai stoknya berkurang. Karena kalau sedikit pasti harganya akan naik,” pungkasnya. (wid)