Jelang Ramadan, Harga Ayam Melambung

HARGA. Memasuki bulan Ramadan, sejumlah harga komoditas terpantau mengalami kenaikan harga,  seperti daging ayam dan telur ayam ras

MAGELANGEKSPRES.WONOSOBO- Memasuki bulan Ramadan, sejumlah harga komoditas terpantau mengalami kenaikan harga,  seperti daging ayam dan telur ayam ras mengalami lonjakan harga cukup signifikan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Wonosobo.

Dari monitoring yang digelar oleh Bidang Perdagangan Dispaerdagkop UMKM Wonosobo terlihat bahwa harga daging ayam pada minggu lalu masih Rp31 ribu per kilogram. Namun, saat ini naik menjadi Rp35 ribu perkilogram. Sedangkan telur ayam ras juga mengalami kenaikan tipis, dari harga Rp22 ribu perkilogram menjadi Rp23 ribu perkilogram.

Sedangkan komoditas lain, seperti jenis cabai mengalami penurunan harga cukup signifikan dibandingkan minggu sebelumnya. Sedangkan komoditas kebutuhan pokok lainnya terpantua stabil dan tidak mengalami kenaikan ataupun penurunan harga.

“Sudah sejak dua minggu terakhir harga daging ayam mengalami lonjakan harga,” ungkap Listiyorini (34), salah satu pedagang di Pasar Induk, Minggu (11/4)

Menurutnya, jika saat ini harga untuk daging ayam sendiri sudah  diharga Rp35 ribu. Padahal pada saat awal bulan lalu harga daging sendiri masih di angka Rp31 ribu saja.

Baca juga
Komisi A DPRD Wonosobo Terima Audiennsi IGANDA

“Kenaikan itu terjadi dalam sepekan terakhir yang paling mencolok. Sejak awal bulan April itu kalau tidak salah sudah 3 kali naik,” ujarnya.

Sedangkan pasokan daging sendiri masih stabil. Namun lantaran jumlah pembeli yang relatif meningkat dalam sepekan terakhir menjadi sebab kenaikan harga daging ayam.

“Memang biasanya kalau jelang bulan ramadan harga naik. Meskipun kenaikannya tidak menentu,” jelasnya.

Meski dianggap kenaikan ini cukup tinggi. Namun kenaikan ini belum seperti tahun lalu.  Sebab kenaikannya terjadi secara bertahap. Sementara tahun lalu kenaikan terjadi hanya dalam beberapa hari saja sebelum Ramadan tiba.

Artikel Menarik Lainnya :  Sempat Ditolak Warga, Pembongkaran Median Jalan di Pertigaan Pasar Berlanjut

Sementara itu, Kabid Perdagangan Disperdagkop UMKM Agung Prabowo mengemukakan dari monitoring yang dilakukan secara rutin di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Wonosobo, sejumlah harga kebutuhnan pokok terpantuan stabil dan tidak ada kenaikan signifikan.

“Ada kenaikan, pada komoditas ayam dan telur ayam, itu biasa terjadi pada awal bulan Ramadan,” ungkapnya.

Namun diluar dua jenis komoditas tersebut, justru sebaliknya, mengalami penurunan harga, utamanya untuk jenis komoditas sipeda, baik cabai rawit maupun cabe besar, semua mengalami penurunan harga dibanding minggu lalu.

“Secara umum realtif stabil, tidak ada kenaikan yang mencolok pada harga kebfutuhna pokok, kita lakukan pantuan rutin nanti ke sejumlah pasar tradisional, hingga pasca lebaran,” pungkasnya. (gus)