Jelang Pilkada, Potensi Penyebaran Hoaks Tinggi, Masyarakat Diminta Selektif Terima informasi

FGD. Kasubbag Humas Polres Purworejo, Iptu Siti Komariyah, saat mengikuti FGD yang diselenggarakan Bidhumas Polda Jateng di The Wujil Resort Semarang, 
FGD. Kasubbag Humas Polres Purworejo, Iptu Siti Komariyah, saat mengikuti FGD yang diselenggarakan Bidhumas Polda Jateng di The Wujil Resort Semarang, 

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO- Masa-masa menjelang gelaran Pilkada Serentak Tahun 2020 rawan penyebaran hoaks di kalangan masyarakat, khususnya melalui media sosial (Medsos) dan pesan singkat berantai. Karena itu, masyarakat di Kabupaten Purworejo diminta agar selektif dalam mencari dan menerima sumber informasi.

Pesan tersebut disampaikan oleh Kasubbag Humas Polres Purworejo, Iptu Siti Komariyah, menindaklanjuti hasil kegiatan yang diikutinya yakni Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Meningkatkan Peran Media Massa dalam Mendukung Tugas Polri Guna Terwujudnya Pilkada Serentak Tahun 2020 yang Aman dan Damai di Tengah Pandemi Covid-19”, Rabu (19/8). Kegiatan digelar oleh Bidhumas Polda Jawa Tengah di The Wujil Resort Semarang diikuti Kasubbag Humas dari 21 Polres jajaran, wartawan berbagai media, dan perwakilan mahasiswa. Narasumber yang hadir memberikan materi antara lain dari unsur Polda, akademisi, KPU, Bawaslu, dan PWI Jawa Tengah.

Siti Komariyah menyebut, sejumlah tahapan Pilbup saat ini sudah berlangsung dan akan berpuncak pada pemungutan suara pada 9 Desember 2020. Menurutnya, setiap tahapan memiliki potensi kerawanan konflik yang tidak hanya menyangkut peserta Pilbup atau partai politik, melainkan juga masyarakat berbagai elemen.

“Pilbup tahun ini diselanggarakan pada masa pandemi Covid-19 sehingga mengalami banyak perbedaan dan keterbatasan.  Salah satunya, pemanfaatan teknologi informasi saat ini lebih berperan sehingga berdampak pada tingginya pengguna media sosial,” sebutnya.

Baca Juga
Bacalon Perseorangan Gagal Ikut Pilkada Purworejo, Kuasa Hukum Sebut By Desain

Diungkapkan, tingginya tingkat penggunaan Medsos patut diwaspadai mengingat potensi penyebaran berita bohong atau hoaks juga semakin tinggi. Karena itu masyarakat harus lebih selektif dalam mencari serta menerima informasi.

“Jangan mencerna informasi secara mentah-mentah. Jika mendapati berita yang meragukan, tidak berimbang dan sebagainya, harus diklarifikasi dahulu,” ungkapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Kuda Lumping Nyaris Menghilang Selama Pandemi

“Kami juga meminta agar masyarakat menggunakan Medos secara bijak,” imbuhnya.

Dalam masa-masa seperti inilah, lanjutnya, peran media massa, baik cetak maupun elektronik, sangat diperlukan untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Pasalnya, media massa dari perusahaan pers yang kredibel akan menyajikan produk jurnalistik terpercaya yang mampu dipertanggungjawabkan.

“Kami berharap kepada teman-teman media untuk turut mengawal Pilkada sekaligus menyampaikan informasi kepada masyarakat secara proporsional serta berimbang,” terangnya.

Lebih lanjut Siti Komariyah menegaskan bahwa peran strategis media massa tidak hanya sebagai kontrol sosial dalam perhelatan Pilkada. Lebih dari itu, media massa juga ampuh memberikan sosialisasi kepada masyarakat demi terciptanya Pilkada yang aman dan damai dengan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi.

“Mari kita bersinergi, antara Polri, TNI, pers, KPU, Bawaslu, serta penyelenggara Pilkada lainnya demi suksesnya Pilbup Purworejo 2020,” tegasnya. (top)