Jelang Lebaran, Pemkot Magelang Klaim Stok Kebutuhan Pokok Sangat Aman

AMAN. Stok kebutuhan pokok di Kota Magelang diklaim masih aman menjelang Lebaran 1443 H.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)
AMAN. Stok kebutuhan pokok di Kota Magelang diklaim masih aman menjelang Lebaran 1443 H.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES – Pemkot Magelang menitikberatkan perhatian di empat sektor antara lain kebutuhan pokok masyarakat, sarana dan prasarana, kesehatan, serta keamanan menjelang hari raya Idul Fitri 1443 H. Empat fokus tersebut dipetakan, saat rapat koordinasi (Rakor) kesiapan menghadapi hari raya di Aula Adipura Kencana, kompleks Kantor Walikota Magelang, kemarin.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Magelang, Chrisatrya Yonas Nusantrawan Bolla mengatakan, keempat fokus tersebut sejauh ini kondisinya diklaim masih sangat aman. Termasuk stok dan pendistribusiannya.

”Stok kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di 8 distributor masih terpantau aman, distribusi juga lancar, sehingga penambahan stok secara besar-besaran belum diperlukan,” katanya.

Mantan Kepala DPUPR Kota Magelang tersebut mencontohkan, stok minyak goreng masih tersedia lebih dari 5.000 liter di pasaran. Kemudian, beras tersedia 15 ton, gula pasir 125 ton, dan tepung terigu masih punyab stok sekitar 60 ton.

Terkait masalah ketersediaan stok ini, pihaknya juga rutin koordinasi dengan Bulog. Saat ini Bulog masih memiliki cadangan beras jenis medium sebanyak 17 ton. Kemudian jenis beras premium tersedia 2 ton lebih.

”Lalu stok pangan lain ada 75 ton gula, 10 ton minyak goreng, dan 3 ton tepung terigu. Ini menunjukkan jika stok komoditas kepokmas aman dan siap apabila diperlukan untuk operasi pasar (OP),” jelasnya.

Meski begitu, Pemkot Magelang tetap mewaspadai adanya fluktuasi harga yang dipengaruhi tingginya permintaan masyarakat menjelang hari raya. Menurut Yonas, OP menjadi strategis paling tepat untuk menghindari gejolak pasar.

”Kalau naiknya tidak wajar, bahkan ada praktik menyimpang dalam perniagaan tentu harus dilaksanakan OP. Termasuk juga mengantisipasi penyimpangan niaga, seperti daging gelonggongan, ayam tiren, dan praktik lain yang dapat merugikan konsumen,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz meminta masyarakat untuk bijak saat membelanjakan uang menjelang hari raya Lebaran. Pemkot Magelang, sudah resmi menyebarkan surat edaran (SE) terkait pembayaran THR yang menjadi tanggung jawab perusahaan.

”Saya harap, euforia jangan berlebihan. Masyarakat sebijak mungkin membelanjakan uangnya di saat-saat sekarang. Apalagi, dalam waktu dekat sudah memasuki tahun ajaran sekolah yang baru,” tandasnya.

Tak terkecuali terhadap ASN, orang nomor satu di Kota Jasa itu meminta agar pegawai bisa menjadi teladan dan contoh yang baik bagi masyarakat. Terutama berbelanja menjelang hari raya.

”ASN harus bisa menjadi contoh yang baik. ASN menerima THR dan Gaji ke-13 sehingga saya harap memberikan contoh, agar belanja itu kebutuhan primer yang diutamakan,” tandasnya. (wid)