Jelang Idul Fitri, Usulkan Penambahan Gas Elpiji 7 Persen

BANTUAN. Penyerahan bantuan sembako untuk 400 pelaku UMKM di Kecamatan Salaman dan Mungkid, penanggulangan Covid 19.
BANTUAN. Penyerahan bantuan sembako untuk 400 pelaku UMKM di Kecamatan Salaman dan Mungkid, penanggulangan Covid 19.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Sebagai langkah antisipasi terkait lonjakan permintaan gas elpiji menjelang hari raya Idul Fitri 1441 H, DPC Hiswana Migas Kedu mengusulkan ada penambahan sekitar 5 hingga 7 persen dari hari biasa. Pengusulan itu baik untuk yang non maupun yang bersubsidi, termasuk juga BBM.

“Kewenangan kami hanya mengusulkan. Disetujui atau tidak itu menjadi kewenangan pemerintah daerah dan Pertamina,” kata Ketua DPC Hiswana Migas Kedu, Sutarto Murti Utomo, disela penyerahan bantuan sembako untuk 400 pelaku UMKM di Kecamatan Salaman dan Mungkid, Rabu (13/5).

Dalam kesempatan tersebut, para pelaku UMKM di dua kecamatan itu menerima bantuan sembako. Sebanyak masing-masing 200 orang per kecamatan.

Menurut Sutarto, tahun 2020 ini jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dimana permintaan gas elpiji maupun BBM saat ini justru masih stabil.

Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, saat seperti ini atau mendekati hari raya sudah ada peningkatan. Baik untuk elpiji maupun BBM. Namun saat ini, justru permintaan stabil dan cenderung menurun.

“Dimungkinkan hal ini akibat corona. Dimana banyak UMKM yang libur tidak produksi. Di sisi lain ada kebijakan pemerintah untuk tidak mudik, bekerja, belajar dan beribadah di rumah. Akibatnya, serapan BBM dan elpiji menurun,” ungkap Sutarto.

Hal tersebut, juga diakui Wakil Bupati Magelang, Edi Cahyana, adanya Covid 19 pengaruhi permintaan gas dan BBM, termasuk adanya larangan mudik.

“Untuk BBM justru menurun saat ini. Adanya corona ini sangat mempengaruhi pemakaian BBM. Dimana orang yang mudik dan keluar rumah menjadi berkurang. Yang justru perlu diantisipasi adalah elpiji,” terang Edi.(cha)