Jelang Arus Mudik, Angkum di Temanggung Dicek Fisik, Kelayakan Kendaraan, hingga Kondisi Fisik Sopir.

CEK. Petugas Dishub Temanggung sedang memeriksa kelayakan angkutan umum di salah satu pool bis di Temanggung, Rabu (20/4).(Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
CEK. Petugas Dishub Temanggung sedang memeriksa kelayakan angkutan umum di salah satu pool bis di Temanggung, Rabu (20/4).(Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Dua pekan menjelang perayaan Idul Fitri, petugas gabungan dari Dinas Perhubungan dan Kepolisian Resor (Polres) Temanggung melakukan pengecekan kelaikan kendaraan angkutan umum di sejumlah garasi bus di Temanggung, Rabu (20/4).

Kepala Dinas Perhubungan Temanggung Supriyanto mengatakan, menjelang arus mudik dan balik Idul Fitri 1443 H, pengecekan kendaraan angkutan umum menjadi wajib dilakukan.

“Tahun ini sudah ada lagi aktivitas mudik dan balik, jadi persiapan harus benar-benar dilakukan dengan maksimal, terutama pada angkutannya,” katanya saat melakukan pengecekan angkutan umum di garasi Sumber Berkah Temanggung.

Ia mengatakan, pengecekan kendaraan dilakukan dari sisi fisik, administrasi kendaraan hingga kelayakan kendaraan. Dan yang tidak kalah penting yakni pada kondisi fisik dari sopir.

“Peran sopir sangat vital, oleh karena itu kami pastikan sopir harus dalam kondisi sehat, dengan dilengkapi SIM yang sesuai,” tegasnya.

Dikatakan, pengecekan ini untuk memastikan kendaraan sudah sesuai dengan standar, konidisinya juga layak jalan, sehingga keselamatan dalam berlalu lintas bisa lebih terjamin.

Di Temanggung ada beberapa garasi bus yang melayani perjalanan arus mudik dan balik tahun ini. Oleh karena itu pihaknya akan melakukan pengecekan kendaraan angkutan secara bertahap.

“Hari ini dua garasi, sampai sebelum arus mudik dan balik pengecekan seperti ini akan terus kami lakukan,” tutupnya.

Kanit Turjawali Polres Temanggung Iptu Haryadi mengatakan, setelah melakukan pemeriksaan terhadap sopir angkutan umum, pihaknya tidak menemukan pelanggaran administrasi.

“Semua sudah memiliki SIM B II umum, sudah layak mengemudikan bis,” terangnya.

Pengelola PO Simber Anugrah Arlis mengatakan, sampai saat ini sudah ada beberapa rombongan dari Jakarta yang akan melakukan mudik menggunakan jasa transportasinya, namun masih negosiasi harganya.

“Sudah ada 7 hingga 8 rombongan yang menghubungi kami, tinggal nunggu kesepakatan harga saja,” tuturnya. (set)