Jatah Beras Paceklik Bagi Nelayan di Kabupaten Batang Susut 10 Ton

Wabup Suyono didampingi Ketua DPC HNSI Kabupaten Batang, Teguh Tarmujo membagikan beras pada perwakilan masyarakat nelayan. Karena jatah beras paceklik tahun ini susut, Wabup ikut bantu uang dan beras.(M DHIA THUFAIL)
IKUT BANTU - Wabup Suyono didampingi Ketua DPC HNSI Kabupaten Batang, Teguh Tarmujo membagikan beras pada perwakilan masyarakat nelayan. Karena jatah beras paceklik tahun ini susut, Wabup ikut bantu uang dan beras.(M DHIA THUFAIL)

BATANG,MAGELANGEKSPRES.COM – Berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, pembagian bantuan beras paceklik bagi nelayan di seluruh Kabupaten Batang pada tahun 2021 ini mengalami penurunan hingga 10 ton banyaknya.

“Iya, tahun ini total beras paceklik yang kami bagikan ada 50 ton lebih. Jumlah ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, yakni 60 ton,” ujar Ketua DPC HNSI Kabupaten Batang, Teguh Tarmujo, Rabu (17/11/2021).

Penurunan itu, kata Teguh, diakibatkan dana beras paceklik yang berasal dari nilai raman di setiap nelayan yang melakukan kegiatan pelelangan di TPI selama kurun waktu 2020 mengalami penurunan cukup signifikan.

“Jadi dana yang kita kumpulkan selama tahun 2020 dari nilai raman sebesar 0,5 persen mengalami defisit. Oleh karenanya, belanja beras paceklik tahun 2021 ini otomatis turun,” terang Teguh.

Disebutkan Teguh, dengan adanya penurunan itu, beras yang diterimakan pada nelayan aktif menjadi 4 kilogram, dari sebelumnya 5 kilogram. Sedang untuk janda nelayan, beras yang diterimakan jumlahnya masih tetap, yakni 2,5 kilogram.

“Ini merupakan imbas dari pandemi Covid-19, karena bagaimanapun juga produktifitas dari nelayan itu sangat berpengaruh dengan nilai jual di TPI. Jadi imbas dari pandemi memang luar biasa, termasuk masalah penurunan harga ikan juga, karena banyak sekali perusahaan yang menampung ikan mengalami kolaps atau tutup,” jelasnya.

Selain itu, dengan adanya pengurangan anggaran pembelian beras paceklik, pihaknya juga memajukan pembagian beras pada nelayan di bulan November. “Ya, biasanya kami bagikan di bulan Desember, namun karena anggaran minim, maka kami siasati untuk memajukan jadwal pembagian beras di bulan November. Sebab, kami mengantisipasi terjadinya lonjakan harga beras menjelang Natal dan Tahun Baru 2022,” tukasnya.

Artikel Menarik Lainnya :  KPK Panggil Wakil Ketua DPRD Banjarnegara, Kasus Korupsi Bupati

Wakil Bupati Batang, Suyono yang hadir dalam pembagian beras paceklik merasa prihatin dengan adanya penurunan jumlah beras yang dibagikan. Untuk itu, Ia turut mengeluarkan bantuan berupa uang tunai Rp 1 juta yang dibagikan pada sejumlah janda nelayan beserta beras yang ada di dalam mobil dinasnya.

“Kebetulan, setiap saya pergi dinas, saya selalu membawa beras dalam mobil, minimal setengah kuintal untuk saya bagikan pada masyarakat yang membutuhkan. Untuk itu, hari ini saya sedikit membantu beras untuk masyarakat nelayan, dan berupa santunan bagi janda nelayan,” tandasnya. (fel)