Jangan Ragu, Walikota Magelang Ajak ASN Belanja di Pasar Rakyat

CERIPING. Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz memborong produk lokal camilan keripik milik salah satu pedagang di Pasar Rejowinangun, kemarin. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
CERIPING. Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz memborong produk lokal camilan keripik milik salah satu pedagang di Pasar Rejowinangun, kemarin. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Program ”Nglarisi Pasar Rakyat, PKL dan UMKM” mulai dijalankan Pemkot Magelang. Jumat (20/8), Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz didampingi Wakilnya KH M Mansyur, Sekda Joko Budiyono, dan pejabat organisasi perangkat daerah (OPD), membeli kebutuhan pokok di Pasar Rejowinangun Kota Magelang.

Program yang digagas oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang ini merupakan upaya membantu para pedagang di pasar, PKL, dan UMKM yang terdampak pandemi Covid-19.

Para pejabat menyempatkan berkeliling pasar, mulai dari los makanan, pakaian dan lainnya. Mereka membeli beberapa barang, seperti pakaian, dan aneka makanan.

Menurut Dokter Aziz, program ini sesuai intruksi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam rangka membantu para pelaku usaha kecil yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Terlebih, kualitas barang di pasar rakyat tersebut tidak kalah dengan barang yang dijual di toko modern.

”ASN wajib nglarisi (membeli) pasar rakyat, PKL, UMKM. Mereka harus ikut menghidupi usaha-usaha mereka, karena ASN itu punya gaji,” kata Aziz.

Tidak hanya usaha yang dijalankan dengan offline, lanjut Aziz, tapi juga usana online melalui aplikasi Magesty yang diinisiasi Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominsta).

“Yang UMKM online juga dilarisi lewat aplikasi Magesty,” imbuhnya.

Dokter spesialis penyakit dalam itu mengakui pandemi dan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah mempengaruhi pendapatan para pelaku usaha kecil.  Mayoritas para pedagang mengalami penurunan pendapatan yang cukup besar.

Ia pun berharap dengan segala hal yang sudah diupayakan Pemkot Magelang dalam menangani pandemi ini segera membuahkan hasil. Setidaknya, Kota Magelang turun level, dari pandemi level 4 ke level 3 atau 2.

”Adanya PPKM ini kegiatan bisnis kita terdampak, apalagi kita masih level 4. Tapi mudah-mudahan kalau PPKM selesai, recovery-nya juga cepat,” tuturnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Limbah Tahu Mampu Diolah Jadi Biogas di Tidar Campur

Kepala Disperindag Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo memaparkan, terkait program ini Pemkot Magelang sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 510/275/250 Tentang Kegiatan Nglarisi Dagangan Pasar, PKL dan UMKM.

Para ASN harus belanja ke pasar rakyat, PKL dan UMKM berdasarkan lokasi tempat OPD dan instansi pemerintahan lainnya.

Untuk OPD yang berlokasi di Kecamatan Magelang Utara bisa berbelanja di Pasar Kebonpolo atau PKL di wilayah kecamatan Magelang Utara. Kemudian, OPD yang berlokasi di Kecamatan Magelang Tengah bisa berbelanja di Pasar Cacaban atau PKL di wilayah tersebut.

Begitu pula OPD yang berlokasi di Kecamatan Magelang Selatan bisa berbelanja di Pasar Rejowinangun dan Pasar Gotong Royong, serta PKL di wilayah kecamatan Magelang Selatan.

Catur menjelaskan, program ini merupakan tindaklanjut imbauan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada ASN untuk berbelanja di UMKM, dimana pedagang pasar rakyat dan PKL termasuk UMKM.

”Program ini juga sesuai dengan imbauan Bapak Walikota Magelang (dr Muchamad Nur Aziz) kepada pelaku usaha agar bisa berinovasi supaya dapat bertahan dalam menghadapi pandemi Covid-19,” kata dia. (wid)