JANGAN MANGKIR! Azis Syamsuddin Bakal Diperiksa Sebagai Tersangka Kasus Suap DAK

Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin akan diperiksa, Jumat (24/9) hari ini.
Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin akan diperiksa, Jumat (24/9) hari ini.

JAKARTA,MAGELANGEKSPRES.COM – Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap Dana Alokasi Khusus (DAK) di Lampung Tengah, Lampung. Rencananya, Azis akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka pada Jumat (24/9) besok.

Informasi yang dihimpun, Sprindik (Surat Perintah Penyidikan) atas nama Azis sudah diterbitkan sejak beberapa waktu lalu. Bahkan ekspose atau gelar perkaranya telaj dilaksanakan pada 30 Agustus 2021.

Beberapa hari kemudian tim KPK menyerahkan Sprindik dan sudah diterima oleh pihak Azis. Tak hanya itu. Penyidik KPK juga sudah melakukan penggeledahan terkait kasus tersebut di Lampung, beberapa waktu lalu.

Koordinator MAKI (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia) Boyamin Saiman mengapresiasi langkah KPK. Menurutnya, Azis harus segera diberi kepastian hukum. “Saya percaya dan menunggu langkah selanjutnya dari KPK. Informasinya yang bersangkutan sudah jadi tersangka. Kita menghormati proses hukum yang dilakukan KPK terhadap Azis Syamsuddin,” ujar Boyamin kepada FIN melalui sambungan telepon, Kamis (23/9).

Menurutnya, yang harus dilakukan KPK adalah menggali alat-lat bukti terkait perkara tersebut. Minimal 2 alat bukti. “Saya meyakini KPK sudah memiliki itu semua,” imbuhnya.

Dikatakan, Azis juga memiliki hak yang dilindungi oleh undang-undang. Misalnya, Azis ingin mengajukan praperadilan. Boyamin menyebut hal tersebut sah dan benar secara hukum.”Jika Azis Syamsuddin merasa tidak salah dan ingin menggugurkan status tersangka, maka bisa ajukan praperadilan. Ini adalah langkah beradab melalui saluran hukum yang disediakan. Yaitu praperadilan,” paparnya.

Boyamin berharap KPK segera melakukan tindakan yang terukur. Yaitu setelah diumumkan tersangka segera dilakukan upaya paksa. “Intinya kita percayakan saja proses hukum ini kepada KPK,” pungkasnya.

Pada pekan lalu, Ketua DPP Golkar Adies Kadir mengatakan informasi terakhir, Azis Syamsuddin sedang menjalani isolasi mandiri. Azis dikabarkan positif COVID-19.”Terkait dengan kolega saya, saat ini sedang melakukan isolasi mandiri. Setahu saya, menurut info yang kami dengar ya, beliau melakukan isolasi mandiri,” ujar Adies di kompleks parlemen, Selasa (14/9) lalu. Dia meminta publik menghormati hak-hak Azis yang sama di mata hukum.

Artikel Menarik Lainnya :  Kabar Gembira! Penerbangan Internasional ke Bali Segera Dibuka

Nama Azis Syamsuddin muncul dalam surat dakwaan mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju. Salah satunya disebutkan Azis Syamsuddin meminta tolong kepada Robin mengurus kasus yang melibatkannya dan Aliza Gunado terkait penyelidikan KPK di Lampung Tengah.

Jaksa KPK dalam surat dakwaan menyebutkan Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado memberikan Rp 3.099.887.000 dan USD USD 36.000 kepada AKP Robin dan seorang rekannya sebagai pengacara atas nama Maskur Husain. Maskur juga sedang diadili dalam perkara tersebut.

Ketua KPK Firli Bahuri sendiri menegaskan pihaknya akan segera menyampaikannya ke publik. “Pada saatnya, akan kami sampaikan kepada publik ,” kata Firli, Kamis (23/9).

Dia mengatakan kehadiran Azis Syamsuddin pada Jumat, 24 September 2021, dinanti penyidik. Azis diharapkan tidak mangkir. “Tentu penyidik menyampaikan panggilan karena kepentingan penyidikan. Tujuannya agar suatu perkara bisa terang,” terang Firli.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik 2020 yang diakses melalui laman elhkpn.kpk.go.id, Kamis (23/9), Azis tercatat memiliki kekayaan senilai total Rp100 miliar. Kekayaannya itu terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp89.492.201.000 yang tersebar di Jakarta Selatan dan Lampung.

Azis juga tercatat memiliki enam kendaraan yang terdiri dari Harley Davidson tahun 2003 hingga Toyota Land Cruiser tahun 2016 senilai total Rp3.502.000.000.

Selain itu, Azis tercatat juga memiliki harta bergerak lainnya sejumlah Rp274.750.000, serta kas dan setara kas Rp7.052.118.365. Sehingga total kekayaan miliknya Rp100.321.069.365. (riz/fin)