Jangan Khawatir, Wakaf di Muhammadiyah Dijamin Kepastian Hukumnya

Wakaf di Muhammadiyah Dijamin Kepastian Hukumnya
BERI SERTIFIKAT - Ketua Majelis Hukum dan HAM PDm Kendal, Taufiq Pandan Winoto, saat menyerahkan sertifikat wakaf kepada muwakif Hj Siti Sundari.

KENDAL – Wakaf telah menjadi tradisi menahun di Muhammadiyah. Untuk itu, bagi anggota masyarakat yang bingung ke mana harus mewakafkan tanahnya misalnya, Muhammadiyah bisa menjadi pilihan, mengingat jaminan kepastian hukum yang diberikan oleh persyarikatan.

“Insya Allah, Muhammadiyah sudah memiliki tradisi wakaf yang baik dan rapih. Ada tiga manfaat yang bisa dirasakan warga yang mewakafkan tanahnya ke Muhammdiyah,” kata Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, Taufiq Pandan Winoto, di sela Tasyakuran Peresmian TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 7 Weleri di Dusun Jatisari, Desa/Kecamatan Weleri, Kendal, Ahad (28/7).

Manfaat paling utama, jelas dia, yakni adanya kepastian hukum. Setiap tanah wakaf akan diurus sertifikatnya agar bisa diterbitkan atas nama Persyarikatan Muhammadiyah. Kemudian bisa bermanfaat dan untuk kemashlahatan umat, dan ketiga menjadi amal soleh bagi pemberi wakaf.

“Tahun ini, kami menerima dua tanah wakaf, yakni milik Hj Fatimah Sundari yang dibangun TK dan gedung dakwah di Dusun Jatisari dan satu lagi milik Maemunah berupa tanah dan mushala. Kami rencanakan mushola itu untuk dibangun masjid,” terangnya.

Camat Weleri, Dwi Cahyono, yang menghadiri peresmian mengatakan, pendidikan sangat penting bagi generasi muda. Pendidikan agama harus diberikan sejak dini, sehingga bisa menjadi pondasi yang kuat untuk anak-anak. Sebab, merekalah yang kelak akan melanjutkan perjuangan bangsa dan negara. “Saya mengapresiasi didirikannya sekolah ini. Dengan pendidikan agama yang kuat, bisa membawa efek yang baik di masa mendatang,” katanya.

Ketua panitia, Sunarto menambahkan, TK ABA 7 dan gedung dakwah ranting Weleri berdiri di atas tanah milik Hj Fatimah Sundari yang telah diwakafkan untuk Muhammadiyah. Pembangunan sekolah dan gedung dakwah juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. “Karena banyak anak-anak dari Desa Weleri yang sekolah di luar desa, sehingga warga sepakat membangun sekolah ini. Tahun ajaran baru ini, jumlah peserta didik sebanyak 32 anak,” jelasnya.(lid)

Artikel Menarik Lainnya :  Dua Putri Buruh Emping Bisa Lulus S1 dan S2 Cumlaude, Ini Kisahnya...