Jalur Mudik di Kota Magelang Dipastikan Aman

BERGELOMBANG. Sisi timur Jalan Gatot Soebroto sebagian permukaan jalannya tidak rata akibat pertumbuhan akar pohon peneduh.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)
BERGELOMBANG. Sisi timur Jalan Gatot Soebroto sebagian permukaan jalannya tidak rata akibat pertumbuhan akar pohon peneduh.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM– Sepekan lagi, umat Muslim akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1443 H tahun 2022. Pemkot Magelang berupaya maksimal mendukung kelancaran tradisi jelang hari raya yakni arus mudik, dengan memastikan kondisi ruas jalan baik nasional, provinsi, dan jalan kota dalam kondisi baik.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Magelang, Muhamad Syafrudin Kurniawan mengatakan, hasil survei didapati bahwa seluruh jalan raya yang ada di wilayah setempat dalam kondisi “mantap”.

“Kondisi mantap ini ialah kondisi jalan yang layak untuk dilalui kendaraan dengan volume besar, salah satunya arus mudik dan balik Idul Fitri 1443 H,” kata Kurniawan, saat dihubungi wartawan, Senin (25/4).

Dia menyebutkan, dari wilayah selatan, Jalan Jenderal Sudirman sepanjang 1,98 kilometer diakui dalam kondisi baik. Kemudian Jalan Ikhlas sepanjang 936 meter dalam kondisi baik dan 20 meter di antaranya kondisi sedang, dengan panjang total Jalan Ikhlas 956 meter.

Jalan Tentara Pelajar dengan panjang total 1,2 kilometer, terdiri dari 970 meter di antaranya dalam kondisi baik, sedangkan 222 meter dalam kondisi sedang. Lalu ruas Jalan Pahlawan, dirincikan bahwa 2,05 kilometer dalam kondisi baik, dan 95 meter dalam kondisi sedang.

Jalan A Yani yang memiliki panjang 1,7 kilometer dinyatakan dalam kondisi baik. Kemudian Jalan Pemuda atau Pecinan, 813 meter kondisi jalan dalam keadaan baik dan 10 meter di anaranya dalam kondisi sedang.

”Secara umum kondisi jalan di Kota Magelang baik nasional, provinsi, maupun jalan kota dan lingkungan dalam kondisi baik dan mantap menyambut arus mudik Lebaran 2022,” imbuh Kurniawan.

Meski demikian, bukan berarti tanpa catat sama sekali. Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa jalur masih terdapat jalan berlubang dan bergelombang.

Seperti di Jalan A Yani (Magelang Utara-Magelang Tengah), bekas lubang yang kini sudah ditambal membuat permukaan tidak rata dan justru terkesan bergelombang. Lalu di sisi timur Jalan Gatot Soebroto, Magelang Selatan, Kota Magelang juga bergelombang akibat pertumbuhan akar pohon peneduh di trotoar jalan.

Besar permukaan tidak rata ini disebabkan aspal yang menyembul ke permukaan di Jalan Gatot Soebroto. Meski ukuran gelombang relatif kecil, tetapi tetap saja memiliki risiko bila pengendara kendaraan memacu dengan kecepatan tinggi.

MS Kurniawan melanjutkan, terkait normalisasi Jalan Gatot Soebroto sebenarnya sudah pernah diusulkan tahun 2021 lalu. Sayangnya, saat itu terkena dampak refocusing, sehingga perbaikan jalan kota terpaksa ditunda.

”Sebenarnya tahun 2021 sudah direncanakan, tapi kena refocusing. Rencana tahun 2023 kita usulkan rehabilitasi Jalan Gatot Soebroto, terutama menormalisasi akar pohon peneduh biar tidak mengganggu jalan lagi,” ungkapnya. (wid)