Jalur Alternatif Temanggung-Magelang via Desa Nampirejo Sajikan Pemandangan yang Eksotik

Jalur Alternatif Temanggung-Magelang via Desa Nampirejo Sajikan Pemandangan yang Eksotik
Inilah salah satu titik perlintasan di jalur alternatif Temanggung-Magelang via Kecamatan Windusari, tepatnya di Desa Nampirejo Temanggung. Jalur berkelok ini memiliki nilai estetik karena bentuanya yang menyerupai hidung petruk. Foto: rizal ifan chanaris.

TEMANGGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Sepekan jelang hari raya Lebaran, sebagian masyarakat telah memulai aktifitas mudiknya dari dan keluar Kabupaten Temanggung menuju beberapa kota/kabupaten lain.

Tak sedikit dari mereka yang lebih memilih untuk melintasi jalur-jalur alternatif dengan beragam alasan pertimbangan. Mulai dari menghindari potensi kemacetan, memperpendek jarak dan waktu, hingga faktor pamandangan alam di sepanjang jalan tersebut.

Salah satu jalur alternatif yang kerap dilintasi sepanjang arus mudik ialah ruas jalan dari Kabupaten Temanggung menuju Kabupaten Magelang via Desa Nampirejo.

Menariknya, di kawasan tersebut terdapat salah satu spot atau titik jalan perlintasan yang menyajikan pemandangan yang cukup unik. Yakni kelokan menyerupai “Hidung Petruk” atau bisa juga dijuluki “Jalur Ular” mengingat terdapat banyak kelokan cukup tajam.

Belum lagi, di sebelah kanan dan kiri jalur tersebut dipenuhi dengan rimbunnya vegetasi rumpun bambu yang semakin menyejukkan mata.

Meski cukup estetis untuk dilewati, namun para pengendara juga wajib waspada lantaran curamnya tanjakan maupun turunan jalan yang sempit serta cukup licin saat hujan turun. Ditambah banyaknya tebing dan minimnya penerangan saat malam hari.

“Saya biasa pulang dari Temanggung ke Kabupaten Purworejo lewat jalur ini. Termasuk kalau mau mudik. Alasannya karena suasana alamnya yang sejuk serta jarang terjadi kemacetan. Kalau lewat jalur utama via Kota Magelang agak panas dan sering padat kendaraan. Apalagi pas puasa seperti ini,” ujar Muhammad Amin (33), salah seorang pemudik, Senin (25/4).

Pengguna jalan lain, Irianti (26), mengaku kerap melintasi jalur “Hidung Petruk” ini saat hendak pergi ke Windusari atau Bandongan Kabupaten Magelang. Selain ditempuh dalam waktu lebih singkat, pemandangan alam atau view di tempat ini juga sangat indah.

“Kalau pas cerah langitnya, di sepanjang jalur ini kita akan melihat hamparan sawah dan rangkaian bukit serta gunung. Perjalanan jadi tidak bosan. Hanya saja memang harus hati-hati karena jalannya yang agak sempit, berkelok, turun, nanjak dan agak licin kalau pas hujan,” pungkasnya. (riz)