Jalan Sempit Dikeluhkan Warga Loano

    Jalan Sempit Dikeluhkan Warga Loano
    SEMPIT. Kendaraan truk tengah melewati salah satu jembatan yang ada di Desa Sedayu Kecamatan Loano.

    //Jembatan Peninggalan Belanda Butuh Diganti//

    LOANO – Akses jalan utama menuju ke kompleks kantor Kecamatan Loano dinilai kurang layak. Pasalnya aktivitas jalan tersebut cukup padat. Namun untuk persimpangan dua mobil sulit. Bahkan sejumlah jembatan di ruas jalan tersebut merupakan tinggalan Belanda.

    Di kawasan tersebut, beberapa waktu lalu juga diresmikan keberadaan destinasi digital Pasar Menoreh oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Saat berada di atas panggung utama bersama Bupati Purworejo dan Direktur Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita serta Bupati Purworejo Agus Bastian, ada harapan jika akses jalan menuju kawasan itu perlu penanganan.

    Berstatus jalan kabupaten, ruas jalan yang ada memang belum memadai jika digunakan untuk kendaraan besar. Andaikan ada perjalanan yang menggunakan bus dan saling berpapasan, harus ada salah satu kendaraan yang mengalah.

    Seorang warga Sedayu, Kecamatan Loano, Kosim mengungkapkan sebenarnya dibandingkan sebelumnya kondisi jalan saat ini sudah relatif bagus. Di mana kondisinya relatif mulus dan ada lubang-lubang jalan yang berbahaya.

    Yang dibutuhkan saat ini adalah peningkatan jalan berupa pelebaran sehingga saat ada kendaraan papasan tidak perlu harus mengalah. “Kondisi sekarang sudah berbeda dibandingkan dulu, karena sekarang ada destinasi wisata serta mendukung BOB,” kata Kosim, Selasa (5/3).

    Selain jalan yang sempit, ada beberapa jembatan yang juga membutuhkan perhatian. Bangunan yang ada sekarang merupakan jembatan peninggalan Belanda dimana masih sempit dan pengamannya masih berupa besi kecil.

    “Masalah peningkatan jalan Tumbang Anyar-Banyuasin sebenarnya sudah lama muncul dalam musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan,red) di Kecamatan Loano, tapi memang tidak pernah bisa menembus dan terealisasi,” imbuh Kosim yang pernah duduk sebagai kepala desa Sedayu ini.

    Artikel Menarik Lainnya :  Melongok Gerak Kereta Api Menerobos Pandemi

    Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Suranto saat dihubungi mengatakan jika jalan tersebut telah mendapatkan perhatian. Di tahun 2018, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo telah diusulkan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan.

    “Kita usulan ke DAK Penugasan atau DAK yang ditujukan untuk mendukung prioritas nasional,” kata Suranto.

    Badan Otorita Borobudur yang menjadi salah satu prioritas nasional diwacanakan akan memanfaatkan lahan milik Perhutani yang ada di Kecamatan Loano sebagai kantornya. (luk)