Jadi Perhatian! Masih Ada 77 Ribu KK di Wonosobo Buang Air Besar Sembarangan

ODF. Bupati Wonosobo dan kadinkes gelar rakor percepatan ODF di Pendopo Kabupaten.
ODF. Bupati Wonosobo dan kadinkes gelar rakor percepatan ODF di Pendopo Kabupaten.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Sebanyak 77.000 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Wonosobo diketahui belum miliki jamban layak dan sehat. Bahkan baru tiga kecamatan yang saat ini dinyatakan telah 100 persen miliki jamban sehat.

“Jadi masih ada 77.000 rumah yang masih buang air besar secara sembarangan. Tentu hal ini perlu menjadi perhatian kita semua,” ungkap Kadinkes Wonosobo, dr Moh  Riyatno, di pendopo saat gelar rakor percepatan penanganan BABS di Wonosobo.

Menurutnya, 77 ribu KK yang belum miliki jamban sehat tersebut berada di 13 kecamatan. Sebab sampai saat ini baru ada tiga kecamatan yang dinyatakan bebas dengan indikasi selesainya jumlah jamban keluarga yang dibangun.

Tiga kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Kaliwiro, Leksono dan Sukoharjo. Diluar itu,  Dinas Kesehatan masih berupaya menyelesaikan  program Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

“Melihat kondisi tersebut, masih banyak pekerjaan rumah yang harus di selesaikan. Maka kita butuh kerjasama dengan semua pihak termasuk masyarakat desa, agar tercipta pemukiman yang bersih dan sehat,” ujarnya.

Keterlibatan pemerintah desa penting karena dari 265 desa dan kelurahan di Wonosobo,  baru 89 desa/kelurahan yang sudah dinyatakan ODF.

Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengemukakan jambanisasi menjadi permasalahan yang harus diselesaikan dengan kolaborasi oleh lintas sektoral dan kesadaran dari masyarakat itu sendiri.

“Masyarakat dapat turut berperan aktif untuk mencapai predikat ODF. Sehingga selambat lambatnya pada tahun 2024 Wonosobo akan sepenuhnya menjadi Kabupaten ODF. Yang pada akhirnya turut mengentaskan kemiskinan dan stunting, ” katanya.

Menurutnya, masalah kesehatan menjadi problematika yang tengah dihadapi Kabupaten Wonosobo.  Jambanisasi yang masih rendah serta tingginya stunting menjadi indicator. Sehingga, Wonosobo masuk kategori kabupaten miskin di Jawa Tengah.

“Perlu usaha keras dan komitmen tinggi dari semua pihak. Sehingga, kita bisa mewujudkan program Wonosobo sehat,” pungkasnya. (gus)