Jadi Pangdam Jaya, Dudung Tak Lupakan Kota Magelang

HARMONIS. Kedekatan antara mantan Gubernur Akademi Militer Mayjend TNI Dudung Abdurachman dengan Walikota Sigit Widyonindito dan pejabat lain, terlihat harmonis, saat silaturahmi digelar,
HARMONIS. Kedekatan antara mantan Gubernur Akademi Militer Mayjend TNI Dudung Abdurachman dengan Walikota Sigit Widyonindito dan pejabat lain, terlihat harmonis, saat silaturahmi digelar,

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG  – Hubungan antara Pemkot Magelang dan Akademi Militer (Akmil) Magelang selama ini terkesan sangat harmonis. Terlebih ketika Gubernur Akmil dijabat oleh Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Dudung yang kini dipindahtugaskan menjadi Panglima Komando Daerah (Pangdam) V/Jayakarta atau Kodam Jaya Jakarta, menyempatkan silaturahmi dengan Walikota Magelang, Sigit Widyonindito beserta jajaran di Kantor Walikota Magelang, Selasa (10/8).

Menurut Dudung, banyak pengalaman yang ia dapat selama mengabdi sebagai pucuk pimpinan lembaga pendidikan tinggi militer Akmil. Terutama dengan abdi negara di Pemkot Magelang.

“Akmil itu selama ini berada di wilayah Kota Magelang. Yang punya ya Pak Walikota ini, Akmil hanya menumpang. Waktu saya datang, saya juga silaturahmi ke beliau, begitu pula sekarang saat saya pindah, saya sempatkan untuk pamitan,” kata Dudung.

Ia mengatakan, selama ini hubungan antara Akmil dengan Pemkot Magelang terjalin sangat harmonis. Ia pun berkali-kali memuji Walikota Sigit Widyonindito yang menganggap bahwa Akmil adalah bagian dari keluarga Kota Magelang.

“Banyak kerja sama yang sudah terjalin selama ini, antara Akmil dan Pemkot Magelang. Pak Wali sudah saya anggap seperti kakak saya sendiri. Jadi kalau datang saya wajib kulonuwun, kalau saya mutasi yang wajib pamitan. Etikanya kan seperti itu,” paparnya.

Dudung juga memuji masyarakat Kota Magelang yang cinta damai. Selama dia menjabat, nyaris tidak ada satupun kasus kerusuhan yang menimbulkan gejolak warga.

“Terus terang saya bangga bisa tinggal di Magelang selama beberapa tahun. Suasananya sejuk, masyarakatnya guyub rukun, dan benar-benar mengimplementasikan Pancasila,” ucapnya.

Baca Juga
Pabrik Limbah Kain Perca di Tegalrejo Terbakar

Dudung juga meminta kepada pejabat baru, Gubernur Akademi Militer untuk segera beradaptasi dan melanjutkan kerja sama dengan berbagai elemen di Kota Sejuta Bunga yang telah terjalin selama ini. Menurutnya, antara Akmil dan Kota Magelang sudah seperti satu kesatuan yang tak dapat terpisahkan.

Artikel Menarik Lainnya :  Ketep Pass Tuan Rumah Lomba Senam Kreasi

“Saya ceritakan kepada pejabat yang baru supaya langsung lekas beradaptasi, membina dengan baik. Saya ceritakan nama baik Kota Magelang, pemerintahannya, dan semuanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Magelang, Sigit Widyonindito memberikan ucapan selamat kepada Mayjend TNI Dudung Abdurachman, yang dipindah menjadi Pangdam V/Jaya DKI Jakarta. Menurutnya, kepindahan ini adalah sebuah prestasi karena dedikasi yang dicapai.

“Saya hanya bisa memberikan ucapan selamat bertugas di tempat yang baru. Saya harap Pak Dudung tidak melupakan Kota Magelang,” ujarnya.

Senada dengan Dudung, Sigit merasa bahwa kedekatan Akmil dengan masyarakat tak hanya dari sisi sejarahnya saja. Berbagai kerja sama telah ditempuh antara keduanya.

Salah satu yang tengah direncana, Pemkot Magelang bersiap membangun patung ikonik di gerbang masuk Kota Sejuta Bunga yakni patung taruna Akademi Militer.

“Di lahan aset punyanya Akmil, tapi jadi luar biasa kalau menjadi ikonnya Kota Magelang. Ini tentu saja akan membuat sinergitas antara Pemkot Magelang dengan Akmil terus terbangun sampai kapan pun,” ujarnya.

Sigit menyebut jika peran Akademi Militer selama ini sudah cukup besar, dalam berkontribusi terhadap penaikan ekonomi kerakyatan. Ia mengaku sering mendapat curhatan warga, ketika Akmil menggelar acara, maka yang paling diuntungkan adalah para pedagang, jasa perhotelan, dan masyarakat Kota Magelang pada umumnya.

“Termasuk saat reuni akbar Akmil. Hampir warung-warung, jajanan, kulineran masyarakat saya itu bersyukur sekali karena dagangannya selalu habis. Ya, kalau bisa usul, nanti jangan hanya sekali setahun lah, tapi setahun bisa empat kali reuni, kan masyarakat senang itu,” tuturnya. (wid)