Inovasi BPS, SP 2020 Kumpulkan Data Secara Online 

RAPAT. Rakor Sensus Penduduk 2020 Kabupaten Wonosobo di Ruang Mangoenkoesoemo, 
RAPAT. Rakor Sensus Penduduk 2020 Kabupaten Wonosobo di Ruang Mangoenkoesoemo, 

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO-  Sensus Penduduk (SP) 2020 merupakan penyelenggara kegiatan pencacahan lengkap seluruh penduduk Indonesia yang ke 7 sejak tahun 1961. Tantangan terbesar dalam pelaksanaan SP di masa milenial ini mobilitas penduduk dan perubahan perilaku masyarakat.

“Ada tantangan yang luar biasa pencacahan di era millenial dan serba diigital ini. Karena itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan inovasi dan pembaharuan metode pada pelaksanaan SP 2020 dibanding tahun sebelumnya,” ungkap Kepala BPS Wonosobo Drs Wazirrudin pada acara Rakor Sensus Penduduk 2020 Kabupaten Wonosobo di Ruang Mangoenkoesoemo Setda, Kamis (13/2).

Menurutnya, salah satu cara yang akan dilakukan diantaranya dengan memanfaatkan data administrasi penduduk (adminduk) sebagai data dasar untuk pencatatan penduduk secara lengkap. Selain itu akan memanfaatkan berbagai catatan pengumpulan data yang menggunakan teknologi terkini.

“Kita akan gunakan data adminduk sebagai data dasar,” katanya.

Baca juga
Masyarakat Kota Magelang Diminta Proaktif Gunakan Layanan Sensus Online

Secara global sensus penduduk untuk menyediakan data jumlah, komposisi, persebaran, dan karakteristik penduduk Indonesia, sebagai dasar dalam menetapkan perencanaan dan kebijakan pemerintah.

“SP2020 kali ini akan menggunakan metode kombinasi, yaitu memanfaatkan data administrasi kependudukan (adminduk), dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, sebagai data dasar untuk pendataan penduduk secara lengkap,” katanya.

Sedangkan untuk menyesuaikan dengan kondisi saat ini, BPS akanmemanfaatkan berbagai jenis pengumpulan data yang menggunakan gadget. Inovasi ini dilakukan untuk menghadapi tantangan dinamika kependudukan yang terjadi selama 10 tahun terakhir.

Dijelaskan, Sensus Penduduk Tahun 2020 akan dilaksanakan dalam dua periode. Periode pertama adalah Sensus Penduduk Online, yaitu seluruh Penduduk Indonesia, dapat secara aktif mengisikan data kependudukannya secara mandiri, melalui halaman website sensus.bps.go.id, pada 15 Februari sampai dengan 31 Maret 2020.

Artikel Menarik Lainnya :  Telaga Warna Kembali Dibuka, Siapkan Kartu Vaksin Kalau Ingin Masuk!

“Periode kedua yaitu kegiatan verifikasi dan pencacahan lapangan, yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 31 Juli 2020. Sebelum dilakukan pencacahan lapangan akan dilakukan verifikasi lapangan,” terangnya.

Selanjutnya, pada kegiatan verifikasi lapangan, petugas sensus akan melakukan pengecekan keberadaan penduduk berdasarkan daftar penduduk, pengecekan ke lapangan, dan penyisiran bersama ketua/pengurus lingkungan setempat. Sementara pada tahap pencacahan, petugas sensus mendata penduduk yang belum melakukan Sensus Penduduk Online.

Sementara itu, Bupati Wonosobo Eko Purnomo   berharap kepada seluruh masyarakat, dapat berperan dalam mengikuti Sensus Penduduk Online, serta dapat membantu menyebarkan dan mengajak masyarakat lainya, untuk aktif mengisi Sensus Penduduk Online ini. Serta andilnya dalam melancarkan proses verifikasi dan pencacahan lapangan.

“Partisipasi masyarakat dalam mendukung kegiatan sensus ini penting agar semua berjalan sukses. Disisi lain petugas sensu juga harus bisa menjalankan kerja secara maksimal,” katanya. (gus)