Innaalillahi! Pelajar SMP di Purworejo Ini Tewas Tenggelam di Sungai Kodil 

EVAKUASI. Petugas kepolisian bersama warga melakukan evakuasi dan identifikasi jasad seorang pelaja yang tewas tenggelam di Sungai Kodil Desa Kaliurip Kecamatan Bener, kemarin. (Foto: eko)
EVAKUASI. Petugas kepolisian bersama warga melakukan evakuasi dan identifikasi jasad seorang pelaja yang tewas tenggelam di Sungai Kodil Desa Kaliurip Kecamatan Bener, kemarin. (Foto: eko)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Seorang remaja laki-laki bernama Akram Fatih Juman (13) meninggal dunia akibat tenggelam saat mencoba berenang di Sungai Kodil (Kedungwungu) Dusun Jlamprang Desa Kaliurip Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo, Senin (5/9).

Korban diketahui merupakan pelajar kelas 7 SMP N 2 Purworejo yang tinggal di Dusun Caren Lor RT 01 RW 002 Desa Kaliurip.

Kapolsek Bener, Iptu Suprapto, dalam laporannya, menginformasikan bahwa peristiwa itu sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, dua orang yang hendak memancing di Sungai Kodil yakni Dani Eko (41) dan Adek Mahfud (41) melihat dua anak yang berteriak minta tolong dengan menyebutkan ada anak tenggelam.

Keduanya lantas menyelami kedung sungai Kodil yang kedalaman lebih kurang 3 meter dengan lebar kedung sekitar 7 meter dan panjang 8 meter.

“Setelah saksi 1 dan saksi 2 menyelami kedungwungu selama kurang lebih 5 menit kemudian anak yang tenggelam tersebut ditemukan di dasar Kedungwungu kemudian diangkat ke tepi sungai,” katanya.

Warga sempat memberikan upaya penyelamatan. Namun, korban tidak mengeluarkan tanda-tanda pernapasan, denyut nadi, dan jantung sudah tidak berdetak.

Setelah dinyatakan meninggal dunia korban dibawa ke rumah duka untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim medis Puskesmas Bener.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan korban meninggal akibat tenggelam dalam air,” ungkap Kapolsek Bener.

Kapolsek menambahkan, berdasarkan keterangan teman korban yang pada saat itu ikut mandi di sungai, yakni Tri cahyo Adi nugroho (12) dan Darindra Rafka Fadliyansyah (10), diketahui bahwa Ajram belum mahir berenang.

Sementara berdasarkan keterangan orang tuanya diperoleh informasi bahwa korban sudah beberapa hari sebelumnya ingin mandi di sungai, tetapi dilarang. Diduga saat pulang sekolah lebih awal pada hari Senin, korban sembunyi-sembunyi nekat mandi di sungai hingga terjadilah musibah tersebut.

“Setelah pihak keluarga korban menerima akan kejadian itu, korban akhirnya diserahkan ke pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman,” terangnya. (top)