Inilah Tembakau Srintil, yang Bikin Petani Tembakau di Temanggung Kaya Mendadak

    Inilah Tembakau Srintil, yang Bikin Petani Tembakau di Temanggung Kaya Mendadak
    Inilah wujud tembakau srinthil yang kerap tumbuh di Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung. Tembakau jenis ini banyak diburu pakbrikan rokok dengan banderol harga yang tinggi. Foto: istimewa.

    TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Musim panen raya tembakau banyak dinanti kalangan petani lantaran digadang-gadang mampu menjadi penghasilan yang cukup lumayan setiap tahunnya. Tak terkecuali bagi masyarakat Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung.

    Bahkan, wilayah di lereng Gunung Sumbing ini disebut-sebut sebagai salah satu wilayah penghasil tembakau dengan kualitas terbaik dan menjadi buruan pabrikan tiap musim panen raya tiba. Bukan tanpa alasan, pasalnya bisa dibilang dari lahan pertanian di daerah ini, rutin muncul tembakau jenis “Srinthil” yang memiliki kualitas mumpuni serta banderol harga cukup menggiyurkan.

    Sekretaris Desa Legoksari, Robin Eka Jaya membeberkan, mayoritas dari masing-masing petani tembakau di wilayah ini bisa dipastikan menghasilkan tembakau Srinthil setiap musim panen tiba.

    Bahkan rata-rata dari mereka bisa memiliki 4-5 keranjang atau sekitar 160 hingga 200 kilogram tembakau Srinthil setiap panen.

    “Memang wilayah ini (Desa Legoksari) banyak menghasilkan tembakau jenis Srinthil. Mungkin karena faktor tanah dan kondisi geografisnya sehingga di setiap lahan petani dapat menghasilkan tembakau jenis itu saat musim panen tiba,” jelasnya, Senin (18/7/2022).

    Berbeda dengan tembakau pada umumnya, ia menyebut, tembakau Srinthil memiliki ciri-ciri khusus. Yakni daunnya memiliki kandungan mingsri yang lebih banyak ketimbang daun lain, lalu tekstur daunnya lemas namun bukan karena layu, warna rajangannya hitam kebiru-biruan, aromanya wangi seperti bau pada buah salak, serta jika dipegang terasa kencang dan berbobot.

    “Srinthil ini terdapat pada bagian daun nomor tujuh ke bawah di tiap pohonnya,” imbuhnya.

    Jenis tembakau ini banyak diburu oleh pabrikan rokok lantaran digunakan untuk pemanis serta aroma tembakau lain. Tak ayal, harga jualnya pun tidak main-main, mencapai Rp 650.000 per kilogramnya. Bahkan pada tahun 2015 silam, lanjut Robin, setiap kilo tembakau Srinthil di desanya menembus harga Rp 1 juta.

    “Kemunculan tembakau Srinthil memang ditunggu-tunggu oleh kalangan petani dan pabrikan. Karena memang kualitasnya premium sehingga pernah menembus angka Rp 1 juta per kilogramnya. Jauh dari tembakau pada umumnya yang dibanderol pada kisaran Rp 30.000 sampai Rp 90.000 per kilogram tergantung grade atau totolnya,” pungkasnya. (riz)