Inilah Rahasia Besarnya Pahala Puasa

Rahasia Besarnya Pahala Puasa

MAGELANGEKSPRES.COM – Pada kesempatan kali ini kita akan menyampaikan pesan Indah Ramadhan yang kedua dengan tema “Rahasia Besarnya Pahala Puasa”.

Rahasia besarnya pahala puasa ini kita bisa ambil dari hadits Rasul Shallallahu ‘alaihi wasallam riwayat Bukhari dan Muslim dari sahabat Nabi Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam bersabda, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
❲ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ إِلاَّ الصيام فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى ❳
“Setiap amalan anak Adam dilipatkan pahalanya”

Maksud dilipatkan adalah satu amal ibadah diganjar 10 kebaikan. Satu huruf membaca Al-Qur’an diganjar 10 hasanah; Rp 1 bersedekah diganjar berlipat-lipat, diketahui pahalanya, kecuali puasa.
“Sesungguhnya puasa itu milik-Ku (kata Allah jalla fi ula) dan Aku yang akan mengganjar pahala puasa tersebut.”
(HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)

Dari hadits ini kita ambil pelajaran bahwa puasa pahalanya (sangat) besar. Kenapa? Karena Allah yang menjanjikan pahalanya. Tidak ada seorang pun yang mengetahui pahala puasa kecuali Allah. Dan kita meyakini Allah Maha Luas rahmat-Nya, Allah Maha Besar karunia-Nya, Allah tidak terbatas kebaikan-Nya.

Nah, timbul pertanyaan, apa rahasia besarnya pahala puasa? Kenapa pahala puasa dibedakan dengan amalan-amalan lainnya?

Maka kita ambil penjelasan dari para ulama rahimahullahu Ta’ala, di antaranya Imam Abu Zakaria Yahya bin Syarhaf an-Nawawi. Imam Nawawi rahimahullah (adalah) ulama Islam bermadzhab Syafi’i di abad ke-7 Hijriyah. Beliau menjelaskan, kata beliau:
قِيْلَ: لِأَنَّ الصِّيَامَ هِيَ الْعِبَادَةُ الْوَحِيْدَةِ الَّتِي عُبِدَ اللهُ بِهَا وَحْدَهُ، وَلَمْ يُعْبَدْ أَحَدٌ سِوَى اللهِ بِالصِّيَامِ .
Kenapa sangat besar pahala puasa? Apa rahasia besarnya pahala puasa?
“Karena dikatakan, puasa adalah ibadah satu-satunya yang Allah Subhanahu wa Ta’ala diibadahi dengannya semata, tidak ada seorangpun yang diibadahi selain Allah dengan puasa.”
Luar biasa!

Kemudian beliau mengatakan,
أَيْ لَمْ يَتَقَرَّبِ الْمُشْرِكُوْنَ عَلَى مُخْتَلَفِ الْأَعْصَارِ لِمَعْبُوْدَاتِهِمْ بِالصِّيَامِ.
Maksudnya adalah: “Tidak pernah orang-orang musyrik sepanjang zaman mendekatkan dirinya kepada sembahan-sembahan selain Allah dengan amalan puasa.”
Ini penjelasan sangat indah, menunjukkan agungnya puasa yang kita kerjakan sekarang.
Kemudian beliau juga mengatakan,
قِيْلَ لِأَنَّ الصَّوْمَ بَعِيْدٌ عَنِ الرِّيَاءَ لِخَفَائِهِ .
“Karena puasa jauh dari riya'”

Ingin dilihat agar dipuji, ingin dilihat agar mendapatkan hadiah. Jauh dari riya. Puasa jauh dari riya’. Kenapa? “karena saking tersembunyinya.”

Saya akan tambahkan perkataan yang sangat menarik dari Imam Al Qurthubi rahimahullah. Perkataan ini dinukil oleh Al-hafizh Ibnu Hajar di dalam kitab beliau Fathul Bari. Imam Al Qurthubi ulama Islam abad ke-7 Hijriyah mengatakan,
لَمَّا كَانَتِ الْأَعْمَالُ يَدْخُلُهَا الرِّيَاءُ
“Ketika seluruh amalan-amalan masuk ke dalamnya riya”
Saat shalat, riya’. Ingin dilihat agar dipuji, ingin dilihat agar diberi hadiah.
Saat ceramah, riya’. Ingin dilihat agar dipuji. Saat bersedekah, riya’.
Ketika amalan-amalan bisa masuk ke dalamnya riya’,
وَالصَّوْمُ لَا يَطَّلِعُ عَلَيْهِ بِمُجَرَّدِ فِعْلِهِ إِلَّا اللهُ، فَأَضَافَهُ اللهُ إِلَى نَفْسِهِ .
“Sedangkan puasa tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala sandarkan amalan puasa kepada diri-Nya.”
Fa innahu lii ( فَإِنَّهُ لِى  ), kata Allah.
“Sesungguhnya puasa itu milik-Ku.”
وَلِهَذَا قَالَ فِي الْحَدِيْثِ
Oleh sebab itulah disebutkan dalam hadits tadi,
❲  يَدَعُ شَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِى ❳
“Dia meninggalkan makan, minum, syahwatnya, karena-Ku.”
Kemudian Imam Ibnul Jauzi, ulama Islam abad ke-6 Hijriyah, beliau mengatakan,
جَمِيْعُ الْعِبَادَاتِ تَظْهَرُ بِفِعْلِهَا
“Seluruh amalan ibadah akan terlihat saat mengerjakannya.”
وَقَلَّ أَنْ يَسْلَمَ مَا يَظْهَرُ
“Dan sedikit yang selamat dari riya’ apabila terlihat.”
❲ مِنْ شَوْبٍ ❳
terlihat
Maka sedikit yang selamat apabila terlihat, sedikit selamat dari riya’.
بِخِلَافِ الصَّوْمِ
“Berbeda dengan puasa.”

Ternyata dari sinilah kenapa puasa mempunyai rahasia besar.
Rahasia besarnya pahala puasa adalah:
• di dalam puasa ada ikhlas,
• di dalam puasa terdapat pemurnian ibadah hanya Allah, untuk Allah,
• di dalam puasa terdapat tauhid, tidak diibadahi kecuali niatannya hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Maka saya nasehatkan, alangkah besarnya pahala ibadah puasa dan ini menunjukkan alangkah besarnya pahala ikhlas.

Oleh sebab itu, kita sekarang di dalam masa pandemi covid 19, maka kita berada di rumah. Semakin berada di rumah, semakin banyak ibadah-ibadah yang kita kerjakan. Tidak perlu ada orang yang tahu. Dari baca Qur’an kita, berdzikir kita, berdoa kita, semakin kita gali, karena kita memfokuskan diri untuk di rumah.

(disampaikan Oleh: Ustadz Ahmad Zaenuddin Al Banjary, Lc dalam kajian online GIS)