Inilah Hari Tanpa Hujan, Hasil Monitoring BMKG Jateng

Foto: dok.BMKG Stasiun Klimatologi Jateng.
Foto: dok.BMKG Stasiun Klimatologi Jateng.

SEMARANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Tengah menyampaikan hasil monitoring HTH (Hari Tanpa Hujan) dan Analisis Curah Hujan Dasarian ke III bulan Juli 2022, Prakiraan Probabilistik dasarian I Agustus 2022 dan Prakiraan Deterministik dasarian I Agustus hingga dasarian I September 2022 Provinsi Jawa Tengah:

  1. Monitoring HTH Dasarian III Juli 2022

Berturut-turut tidak ada hujan selama 1-5 hari adalah masuk dalam kriteria sangat pendek, adalah terjadi di sebagian kecil wilayah Brebes, Banyumas ,Purbalingga, Kendal, Semarang, Jepara, Pati, Rembang dan Sragen. Berturut-turut tidak ada hujan selama 6-10 hari adalah masuk dalam kriteria pendek, adalah terjadi di sebagian wilayah Cilacap, Brebes, Banyumas, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen, Purworejo, Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Grobogan, Blora, Sragen,  Karanganyar dan Boyolali. Berturut-turut tidak ada hujan selama 11-20 hari adalah masuk dalam kriteria menengah, terjadi di sebagian besar wilayah Jawa Tengah.  Berturut-turut tidak ada hujan selama 21-30 hari adalah masuk dalam kriteria panjang, terjadi di sebagian kecil wilayah Kendal, Sragen, Sukoharjo, dan Sragen.  .  Berturut-turut tidak ada hujan selama 31-60 hari adalah masuk dalam kriteria sangat panjang, terjadi di Wonosobo bagian selatan.

  1. Analisis Curah Hujan Dasarian III Juli 2022

Analisis Curah Hujan didasarkan pada pengamatan sampai dengan tanggal 31 Juli 2022. Analisis Curah Hujan di Kabupaten/Kota Banjarnegara berkisar antara 0 – 50 mm, Banyumas berkisar antara 0 – 50 mm, Batang berkisar antara 0 – 100 mm, Blora berkisar antara 0 – 10 mm, Boyolali berkisar antara 0 – 10 mm, Brebes berkisar antara 0 – 20 mm, Cilacap berkisar antara 0 – 75 mm, Demak berkisar antara 0 – 10 mm, Grobogan berkisar antara 0 – 10 mm, Jepara berkisar antara 0 – 50 mm, Karanganyar berkisar antara 0 – 10 mm, Kebumen berkisar antara 0 – 20 mm, Kendal berkisar antara 0 – 20 mm, Klaten berkisar antara 0 – 10 mm, Kota magelang berkisar antara 0 – 10 mm, Kota pekalongan berkisar antara 0 – 50 mm, Kota salatiga berkisar antara 0 – 10 mm, Kota semarang berkisar antara 0 – 10 mm, Kota surakarta berkisar antara 0 – 10 mm, Kota tegal berkisar antara 0 – 10 mm, Kudus berkisar antara 0 – 20 mm, Magelang berkisar antara 0 – 50 mm, Pati berkisar antara 0 – 50 mm, Pekalongan berkisar antara 0 – 100 mm, Pemalang berkisar antara 0 – 50 mm, Purbalingga berkisar antara 0 – 50 mm, Purworejo berkisar antara 0 – 10 mm, Rembang berkisar antara 0 – 50 mm, Semarang berkisar antara 0 – 50 mm, Sragen berkisar antara 0 – 10 mm, Sukoharjo berkisar antara 0 – 10 mm, Tegal berkisar antara 0 – 50 mm, Temanggung berkisar antara 0 – 10 mm, Wonogiri berkisar antara 0 – 10 mm, Wonosobo berkisar antara 0 – 10 mm.

  1. Prakiraan Probabilistik Curah Hujan Dasarian I Agustus 2022, (update data 28 Juli 2022):

Peluang > 60 % curah hujan rendah (<= 50 mm/dasarian) hampir di seluruh wilayah Jawa Tengah, kecuali sebagian kecil wilayah Batang, Kendal, Banjarnegara, Cilacap peluangnya <= 30 %

Peluang > 60 % curah hujan menengah  ( 51 – 150 mm/dasarian) sebagian kecil wilayah Batang, Kendal, Banjarnegara, Cilacap kecuali hampir seluruh wilayah Jawa Tengah peluangnya <= 30 % hingga tidak berpeluang.

Peluang curah hujan tinggi ( 151 – 300 mm /dasarian) tidak berpeluang. Peluang curah hujan tinggi ( > 300 mm /dasarian) tidak berpeluang.

  1. Prakiraan Deterministik Curah Hujan dasarian I Agustus s/d dasarian I September 2022 (update data 28 Juli 2022):

Pada dasarian ke-1 bulan agustus 2022, diprakirakan hampir seluruh wilayah Jawa Tengah masuk dalam kriteria rendah (0 – 50 mm/dasarian), kecuali sebagian kecil wilayah di Batang, Pekalongan, Banjarnegara dan Cilacap masuk dalam kriteria menengah (51 – 100 mm/dasarian).

Pada dasarian ke-2 bulan agustus 2022, diprakirakan hampir seluruh wilayah Jawa Tengah masuk dalam kriteria rendah (0 – 50 mm/dasarian), kecuali sebagian kecil wilayah di Batang, Pekalongan, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Wonosobo, Karanganyar, dan Cilacap masuk dalam kriteria menengah (51 – 100 mm/dasarian).

Pada dasarian ke-3 bulan agustus 2022, diprakirakan sebagian besar wilayah Jawa Tengah masuk dalam kriteria rendah (0 – 50 mm/dasarian), kecuali sebagian kecil wilayah di Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Kendal, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Wonosobo, Karanganyar, Semarang, Kota Semarang, Grobogan, Sragen, Boyolali, Klaten dan Cilacap masuk dalam kriteria menengah (51 – 100 mm/dasarian).

Pada dasarian ke-1 bulan september 2022, diprakirakan hampir seluruh wilayah Jawa Tengah masuk dalam kriteria rendah (0 – 50 mm/dasarian), kecuali sebagian kecil wilayah di Batang, Pekalongan, Pemalang, Banjarnegara, Purbalingga, masuk dalam kriteria menengah (51 – 75 mm/dasarian). (riz)