Ini Tiga lokasi CFD di Kota Magelang. Dua Lokasi Sudah Ada Sebelumnya

Pemkot Magelang berencana mengaktifkan lagi CFD di dua lokasi yaitu Gelora Sanden dan Kawasan Sidotopo, Magelang Utara dalam waktu dekat ini. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
CFD. Pemkot Magelang berencana mengaktifkan lagi CFD di dua lokasi yaitu Gelora Sanden dan Kawasan Sidotopo, Magelang Utara dalam waktu dekat ini. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Pemkot Magelang mulai berencana membuka kegiatan car free day (CFD) di saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1. Beberapa persyaratan masih disiapkan dan dirapatkan dengan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda).

Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz mengaku merasa tak masalah jika CFD di Kota Magelang kembali dibuka dengan sejumlah catatan.

“CFD perlu dibuka juga, karena di Lapangan Rindam IV Diponegoro sudah terlalu ramai. Nantinya kita akan buka (CFD) di Gelora Sanden dan kawasan Sidotopo untuk memecah keramaian,” kata Aziz saat ditemui usai menjadi narasumber Dialog Interaktif dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional 2021 di Hotel Puri Asri, Magelang, Selasa (9/11).

Ia akan segera menggelar rapat dengan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dan menerima masukan dari DPRD Kota Magelang untuk rencana pembukaan CFD. Yang terpenting, kata dia, segala aktivitas masyarakat tetap dibatasi sehingga tidak memunculkan klaster baru.

“Pandemi belum berakhir, walaupun kita sudah (PPKM) level 1. Teknisnya nanti misalnya dibatasi jumlah orangnya dan sumber kedatangannya dari mana. Pengawasannya memang betul-betul sangat ketat, jangan langsung full dulu,” ujarnya.

Dokter spesialis penyakit dalam itu menilai dengan tidak adanya CFD selama ini hasrat masyarakat untuk berolahraga tak tersalurkan. Padahal sarana olahraga di CFD bisa membuat masyarakat merasa lebih bahagia.

“Melalui olahraga di CFD itu juga kan salah satunya bisa menyehatkan. Selain keluar dari rutinitas itu juga membuat masyarakat bahagia, tidak bosan,” ucapnya.

Tidak hanya itu, CFD, lanjutnya, merupakan wadah sosialisasi yang cocok untuk masyarakat tentang penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Di dua lokasi ini juga ada yang rutin menyosialisasikan tetap prokes, 5M, supaya menjadi budaya. Saya kira CFD jadi wahana yang tepat untuk kita lebih mengejar lagi pencegahan Covid-19,” imbuh dokter spesialis ginjal tersebut.

Artikel Menarik Lainnya :  Gegara Erick Thohir, Toilet Umum di Kota Magelang Akhirnya Digratiskan

Dia juga ingin, Kota Magelang terhindar dari ancaman gelombang ketiga penularan Covid-19, yang diprediksi terjadi pada awal tahun 2022 mendatang. Salah satu strategi yang disiapkan Pemkot Magelang yakni dengan mendirikan lagi barikade di beberapa titik keluar masuknya kendaraan dari luar daerah.

“Rencana akhir tahun nanti, kita akan pasang barikade dan pemberlakuan ganjil genap kendaraan. Hal ini untuk mengurangi risiko penularan dari luar. Karena sampai sekarang kita masih zero kasus. Harus dijaga betul-betul,” ucapnya.

Termasuk, lanjut dia, penyiapan isolasi terpusat di mess Jalan Pahlawan, Magelang Utara bagi warga yang terkonfirmasi Covid-19.

“Tracing masih kita optimalkan, baik umum maupun uji petik pembelajaran tatap muka (PTM). Alhamdulillah, hasil uji petik selama ini kita masih nol. Lalu vaksinasi secara umum kita sudah mencapai 56 persen,” paparnya. (wid)