Ingat, Libur Tahun Baru 1 Muharam, Bukan Selasa tapi Digeser Rabu

Menko PMK Muhadjir Effendy
Menko PMK Muhadjir Effendy

JAKARTA, MAGELANGEKSPRES.COM – Pemerintah menggeser libur Tahun Baru Islam 2021 atau 1 Muharam 1443 Hijriah yang semula jatuh pada Selasa (10/8), menjadi Rabu (11/8). Kebijakan ini untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 yang masih cukup tinggi.

“Artinya, Tahun Baru Islam tetap 1 Muharam yang bertepatan dengan 10 Agustus. Hanya liburnya yang digeser ke Rabu 11 Agustus. Tetapi peringatan Tahun Baru Islam tetap dilakukan pada Selasa (10/8/2021),” terang Menko PMK Muhadjir Effendy

Tak hanya libur Tahun Baru Islam 1443 H saja yang bergeser. Ada juga libur Maulid Nabi Muhammad SAW pada Oktober mendatang. Dari Selasa (19/10) menjadi Rabu (20/10). Selain itu, cuti bersama Natal 2021 pada 24 Desember ditiadakan. “Keputusan ini juga berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo yang meminta peninjauan ulang yang sebelumnya telah tercantum dalam SKB Menaker, Menag, serta Menpan RB,” ujarnya.

Terpisah, Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin menegaskan bahwa tahun baru Islam tidak berubah, tetap 1 Muharam 1443 H. Hanya, hari libur tahun baru hijriyahnya yang digeser.

“Tahun Baru Islam tetap 1 Muharam 1443 Hijriah bertepatan dengan 10 Agustus 2021 Masehi. Hari liburnya yang digeser menjadi 11 Agustus 2021,” tegas Kamaruddin Amin.

Selain hari libur dalam rangka peringatan 1 Muharam 1443 Hijriah, ada juga perubahan hari libur dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw, 12 Rabiul Awwal 1443 H.

“Awalnya hari liburnya 19 Oktober, berubah menjadi 20 Oktober 2021. Sedangkan cuti bersama dalam rangka Natal pada 24 Desember 2021 ditiadakan,” terangnya.

Kamaruddin menjelaskan, kebijakan ini sebagai bagian dari upaya  pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19.

“Ini ikhtiar untuk mengantisipasi munculnya klaster baru, maka dipandang perlu dilakukan perubahan hari libur dan cuti bersama tahun 2021 M. Jadi hari liburnya saja yang berubah, bukan hari besar keagamaannya,” tandasnya. (yud)

Artikel Menarik Lainnya :  Ratusan Pelaku Seni Budaya Sudah Divaksin, Bupati Temanggung : Hajatan dan Kesenian Bisa Kembali Digelar