Imbas Pandemi Corona Pendapatan Taman Kyai Langgeng 0 Rupiah

NIHIL PEMASUKAN. Salah satu wahana di Taman Kyai Langgeng yang turut ditutup sejak bulan lalu untuk mencegah penyebaran virus Corona.
NIHIL PEMASUKAN. Salah satu wahana di Taman Kyai Langgeng yang turut ditutup sejak bulan lalu untuk mencegah penyebaran virus Corona.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Aktivitas kepariwisataan di Kota Magelang lumpuh total. Semua aktivitas pendukung sarana dan prasarana pariwisata seluruhnya ditutup, termasuk tempat wisata terbesar di Kota Sejuta Bunga, Perusahaan Daerah Objek Wisata (PDOW) Taman Kyai langgeng.

Tak hanya itu, semua kegiatan yang bisa mengumpulkan massa juga ditiadakan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Itu berlaku sejak Pemkot Magelang menetapkan daerah ini KLB virus corona (Covid-19) 26 Maret 2020.

Direktur PDOW Taman Kyai Langgeng, Edi Susanto mengatakan, semenjak 20 Maret sampai sekarang tempat wisata milik Pemkot Magelang itu ditutup total. Termasuk para pelaku usaha kecil yang kerap menjaja dagangan dengan adanya pengunjung di sekitar TKL.

“Praktis tidak ada pemasukan sedikit pun,” kata Edi saat dihubungi, Selasa (28/4).

Ia menyebut, dengan ditutupnya TKL, maka pendapatan per 20 Maret sampai sekarang tidak ada sama sekali. Padahal di sisi lain, perawatan dan pemeriksaan wahana tetap harus dijalankan setiap hari.

“Kita diminta tutup sampai batas waktu yang belum ditentukan. Sebagian karyawan tetap bekerja seperti biasa meski ada pengurangan jam. Namun sejauh ini kami tidak sampai memutus hubungan kerja (PHK), terhadap satu karyawan pun,” jelasnya.

Edi menilai, pandemi corona ini telah membuat tempat pariwisata terbesar di Kota Magelang itu lumpuh total. Kerugian pun ditaksir mencapai puluhan juta yang mestinya bisa disetorkan ke pendapat asli daerah (PAD).

“Kalau diprekdisi mencapai puluhan juta. Itu dihitung secara global di tahun 2020 ini karena sejujurnya sejak Januari 2020 sudah lesu, ditambah ada corona sehingga semakin memperbesar jumlah kerugiannya,” ujarnya.

Baca Juga
29 Orang Tercatat Positif Covid-19, Satu PDP Meninggal Dunia

Kabag Marketing IT dan Humas TKL, Budi Mardjianto menambahkan, sedianya momen libur lebaran menjadi andalan pihaknya untuk menambah pemasukan. Sayangnya, adanya pandemi corona membuat segala rencana yang telah disusun pun kemungkinan tidak akan diberlakukan.

“Penutupan dan dibuka lagi masih menunggu Pemkot Magelang. Kalau melihat perkembangan kasus Covid-19 di Kota Magelang, kelihatannya sampai lebaran nanti belum akan dibuka,” katanya.

Meski demikian pihaknya memastikan bahwa berkurangnya pemasukan di TKL tidak akan membuat perusahaan plat merah itu mem-PHK karyawannya. Semua karyawan, tetap diminta masuk kerja dengan pengurangan jam saja.

“Tidak ada PHK dan tidak ada pengurangan gaji. Tapi jam kerja mereka dikurangi hanya sampai pukul 12.00 WIB,” pungkasnya. (wid)