Imbas Covid-19, Pendapatan Daerah Wonosobo Diestimasikan Turun Rp15 Miliar

RAPAT. DPRD Wonosobo menggelar rapat paripurna penyampaian pengantar nota keuangan rencana perubahan APBD 2021.
RAPAT. DPRD Wonosobo menggelar rapat paripurna penyampaian pengantar nota keuangan rencana perubahan APBD 2021.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – DPRD Wonosobo menggelar rapat paripurna penyampaian pengantar nota keuangan rencana perubahan APBD 2021. Pendapatan daerah pada Perubahan APBD tahun anggaran 2021 pendapatan daerah direncanakan Rp1,8 triliun.

Dalam sambutannya, Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat mengemukakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan satu kesatuan yang terdiri atas pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah, yang diklasifikasikan menurut urusan pemerintahan daerah dan organisasi perangkat daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, serta disusun sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah dan kemampuan pendapatan daerah.

“Siklus Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mencakup APBD sebelum perubahan, Perubahan APBD dan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD,” katanya.

Oleh karena itu dalam perjalanan APBD, dimungkinkan terjadinya perubahan untuk merespon perkembangan situasi dan kondisi, serta perubahan kebijakan anggaran dan perkembangan regulasi yang terjadi.

Namun demikian perubahan dimaksud dengan tetap memperhatikan ketentuan, sebagaimana diatur dalam Pasal 161 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019, tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Menurutnya, dalam aspek perencanaan dan penganggaran daerah, penyusunan rancangan perubahan APBD berpedoman pada perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran, serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan.

Secara umum perubahan APBD Kabupaten Wonosobo Tahun Anggaran 2021 dilakukan, mengingat terdapat perubahan alokasi penerimaan dana transfer pusat maupun perubahan kebijakan dalam pengelolaan dana transfer pusat, untuk mendukung penanganan pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), yang didasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.07/2021, tentang Pengelolaan Dana Transfer Ke daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021, Dalam Rangka Mendukung Penanganan Covid-19 dan dampaknya.

Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 juga dilakukan, sehubungan dengan adanya penyesuaian penerimaan yang bersumber dari dana transfer Provinsi Jawa Tengah, penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun 2020 sebagai tambahan sumber pembiayaan daerah, untuk menampung pergeseran anggaran, pemenuhan alokasi anggaran dukungan Penanganan Covid-19 terutama pada penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi dan Jaring Pengaman Sosial (JPS), serta pemenuhan alokasi anggaran sesuai kebutuhan penyelenggaran pemerintahan daerah lainnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Hindari Longsor Susulan, Warga Diminta Waspada

Pendapatan daerah pada perubahan APBD tahun anggaran 2021 pendapatan daerah direncanakan Rp1,8 triliun  yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah sejumlah Rp238 Miliar  Pendapatan Transfer sejumlah Rp1,5 Triliun dan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah sejumlah Rp115 Miliar. Pendapatan Daerah yang diestimasikan sebesar Rp1,8 Triliun mengalami penurunan Rp15 Miliar atau 0,80%, dibandingkan pendapatan daerah sebelum perubahan.

Sedangkan Belanja daerah tahun anggaran 2021 setelah perubahan direncanakan sejumlah Rp2 Triliun lebih, naik sebesar Rp54,2 Milyar 2,81% dibanding sebelum perubahan APBD tahun anggaran 2021, Rp1,9 Triliun.

Secara ringkas rencana perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Wonosobo Tahun Anggaran 2021 meliputi, Pendapatan Rp1.883.034.037.085. Belanja Rp2.022.961.689.551, Defisit Rp139.927.652.466. Pembiayaan meliputi penerimaan Rp154.455.652.466 dan pengeluaran Rp14.528.000.000. Pembiayaan Netto Rp139.927.652.466. (gus)