WONOSOBO– Diguyur hujan sehari penuh, sejumlah titik longsor muncul di sejumlah kecamatan di Kabupaten Wonosobo. Tidak ada korban dalam peritiwa itu, namun kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta.

Titik longsor muncul dan menggangu arus lalu lintas menuju jalur wisata dataran tinggi Dieng Kejajar. Sedangkan di Kelurahan Wonosobo Barat Kecamatan Wonosobo, tiga rumah rusak akibat longsor. Sementara itu, di wilayah Kecamatan Watumalang, sebuah dinding rumah jebol akibat tidak kuat menahan terjangan longsor.

Kasat Sabhara Polres Wonosobo AKP Agus Priyono  membenarkan bahwa setidaknya ada 6 titik longsor di jalur menuju objek wisata Dieng, material longsor tidak berdampak pada kemacetan arus lalulintas. Namun, pengguna jalan yang melintas dimbau lebih hati-hati dan bergantian.

“Ada enam titik longsor, kecil-kecil, hanya menutup sebagian badan jalan, sehingga arus lalu lintas bisa berjalan normal, kita imbau tetap waspada,” katanya

Menurutnya, longsor terjadi sekitar pukul 13.20 WIB, di jalan raya kilometer 25 Dieng, tepatnya di Dusun Kalilembu Dieng. Masyrakat bersama dengan petugas berupaya membersihkan material batu dan tanah yang menutup sebagain badan jalan secara manual. Hal tersebut dilakukan untuk melancarkan arus lalulintas.

“Untuk mempercepat pembersihan, kita sudah koodinasi dengan pihak terkait agar menurunkan alat berat. Sebab, akan berbahaya, apabila hingga malam hari jalur tersebut belum bersih sepenuhnya,” ucap agus.

Jalur menuju kawasan Dieng, dari arah Kejajar, sering terjadi longsor jika hujan deras turun. Hal tersebut karena kanan kiri jalur terdapat tebing tinggi yang belum  dibersihkan untuk pelebaran jalan, sehingga tanah mudah longsor.

Longsor juga terjadi di kecamatan watumalang, dari pos penanggulangan bencana kecamatan setempat menyebutkan bahwa, hujan deras seharian yang menerjang wilayah Kecamatan Watumalang mengakibatkan senderan tebing di Dusun Sunten Banyukembar ambrol dan menimpa  rumah Tarmidji (45). Tidak ada korban, namun kondisi bagian belakang rumah hancur berantakan.

Artikel Menarik Lainnya :  Melongok Gerak Kereta Api Menerobos Pandemi

Sementara itu, di Kecamatan Wonosobo, Sekretaris Kecamatan Wonosobo Suryono mengemukakan, telah terjadi longsor di kampung Ngedok Kelurahan Wonosobo Barat. Akibatnya tiga rumah mengalami  kerusakan. Peritiwa itu bermula dari robohnya senderan milik warga setempat ambrol, lantaran tidak kuat menahan terjangan air hujan.

“Ada empat rumah yang rusak akibat longsor tersebut, diantaranya milik Warso (80) Edi Suripto (56), Suyono (60) dan Tmar (40).  Jumlah kerugian masih kita hitung. Sedangkan lebar  longsor mencapai 20 meter dan ketinggian 8 meter,” bebernya.

Pihaknya mengaku sudah berkordinasi dengan ketua RT, RW, kalur dan polmas mengumpulkan para korban dan warga untuk kordinasi melaksanakan kerja bakti pembersihan dan pengarahan. (gus)