Hujan Disertai Angin Kencang Bakal Terjadi di Wilayah Jateng 5 hingga 7 April. Simak Perkiraan BMKG….

Prakiraan BMKG mengenai Cuaca berbasis Dampak Hujan Lebat Wilayah Jawa Tengah pada 5 April 2022
Prakiraan BMKG mengenai Cuaca berbasis Dampak Hujan Lebat Wilayah Jawa Tengah pada 5 April 2022

SEMARANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Sutikno mengungkapkan, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, diidentifikasi adanya sirkulasi siklonik di Samudera Hindia selatan Jawa.

Hal ini menyebabkan adanya belokan angin dan pola konvergensi di wilayah Jawa Tengah, serta anomali suhu muka laut di Samudera Hindia selatan Jawa dan Laut Jawa yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah.

“Kelembaban udara yang relatif cukup tinggi turut berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia,” jelasnya, Selasa (5/4).

Lanjutnya, berdasarkan kondisi tersebut di atas, BMKG memprakirakan adanya potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang untuk periode 05 sampai 07 April 2022. Dengan rincian sebagai berikut:
Tanggal 05 April 2022.

Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kab./Kota Magelang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Surakarta, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Salatiga, Kab. Semarang, Temanggung, Kendal, Batang, Kab. Pekalongan, Pemalang, Brebes, Kab. Tegal dan sekitarnya.
Tanggal 06 April 2022.

Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kab./Kota Magelang, Boyolali, Salatiga, Kab. Semarang, Temanggung, Kendal, Batang, Kab. Pekalongan, Pemalang, Brebes, Kab.Tegal dan sekitarnya.
Tanggal 07 April 2022.

Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kab./Kota Magelang, Salatiga, Kab. Semarang, Grobogan, Blora, Temanggung, Kendal, Batang, Kab. Pekalongan, Pemalang, Brebes, Kab.Tegal dan sekitarnya.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode tiga hari ke depan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,” pintanya. (riz)