HIPMI Temanggung Tularkan Jiwa Wirausaha ke Milenial

SERIUS. Sejumlah mahasiswa serius mengikuti pendampingan di Temanggung, Minggu (27/6). (Foto:setyo wuwuh/Temanggung ekspres)
SERIUS. Sejumlah mahasiswa serius mengikuti pendampingan di Temanggung, Minggu (27/6). (Foto:setyo wuwuh/Temanggung ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, TEMANGGUNG – Ambisi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menciptakan wirausaha baru dikejar melalui pendampingan Keluarga Pelajar Mahasiswa (KPM) Temanggung-Yogyakarta yang kuliah daring untuk produktif menjadi pengusaha.

Kumpulan para pelajar kota tembakau di Jogjakarta ini dibekali untuk menjadi pengusaha saat menghadapi perkuliahan daring. Dampingan diberikan terhadap ratusan mahasiswa secara daring dan luring di Broto Cafe, Kedu, Minggu (27/6).

“Sebagian dari kalian dapat memulai dari usaha orang tua atau mengembangkannya,” kata Ketua BPC HIPMI Temanggung, Abas Zahrotin.

Menurut Abas, potensi mahasiswa untuk menjadi pengusaha cukup besar, selain jaringan yang luas, mahasiswa juga adaptif terhadap perubahan teknologi. Ruang bisnis yang telah banyak didominasi teknologi harus mulai diterapkan pada usaha konvensional.

“Orang tua kalian kan belum menggunakan teknologi, marketplace misalnya, peran kalian bisa dimulai dari pengembangan bidang usaha melalui ruang itu. Soal hasil bukan prioritas jangka pendek, yang pasti adaptasi terhadap teknologi yang harus dimulai, ke depan akan bertemu dengan itu secara intens,” lanjutnya.

Dijelaskan, sebelum melangkah, mentalitas adalah modal dasar. Modal utama seorang wirausaha adalah mental, bukan uang.

“Meliputi mental siap untuk jatuh dan bangkit, tidak mudah putus asa dan berani. Semua orang siap untuk sukses, tetapi tidak semua orang siap untuk gagal. Kita harus mempersiapkan untuk gagal, dan kemudian bangkit lagi,” imbuhnya.

Ketua Panitia, Dwi Mustika, mengatakan, saat pandemi mahasiswa mengikuti perkuliahan daring. Dengan daring banyak waktu yang kosong dan tidak produktif. Kegiatan ini merupakan upaya untuk menjadikan waktu tersebut lebih produktif dan menunjang perekonomian.

“Kami pada fase usia malu, malu minta uang ke orang tua. Masak sudah besar minta terus. Dan ini ternyata menjadi solusi,” tandasnya.(set)

Artikel Menarik Lainnya :  Temanggung Siap Jadi Sentra Penghasil Cabai