Hindari PMK, Warga Temanggung Diimbau Beli Hewan Kurban Lokal

RAMAI. Persediaan hewan kurban di Temanggung cukup untuk persiapan Idul Adha.(Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
RAMAI. Persediaan hewan kurban di Temanggung cukup untuk persiapan Idul Adha.(Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Masyarakat Temanggung terutama umat muslim yang akan menjalankan kurban pada Hari Raya Idul Adha mendatang, disarankan untuk memanfaatkan hewan kurban dari peternak lokal sehingga penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) bisa terus ditekan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Pertanian dan Peternakan Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto mengatakan, Temanggung selama ini dikenal sebagai penyedia kambing dan domba untuk kebutuhan korban. Pedagang dari luar daerah biasanya akan mengambil kambing maupun domba untuk dijadikan hewan kurban.

“Biasanya jika menjelang Idul Adha seperti saat ini pedagang hewan kurban dari beberapa daerah seperti, Magelang, Semarang, Yogyakarta dan daerah lainnya mengambil hewan kurang di Temanggung,” katanya, Senin (13/6).

Oleh karena itu pesan Joko, menjelang perayaan Idul Adha tahun ini masyarakat tidak perlu membeli hewan kurban, sebab persediaan kambing maupun sapi di Temanggung masih sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Disebutkan, data yang ada saat ini menunjukan bahwa jumlah ternak di Kabupaten Temanggung lebih dari 42 ribu ekor, sedangkan yang terkena PMK baru 172 ekor. Jumlah tersebut belum masuk 0,5 persen dari jumlah yang ada.

“Padahal sudah banyak yang diobati dan mulai menunjukan kesembuhan, jumlahnya masih banyak,” terangnya.

Sedangkan jumlah kambing dan domba kurang lebih mencapai 480 ekor. Jumlah ini masih sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan kurban, tidak hanya masyarakat Temanggung saja tapi juga dari luar daerah.

Ia mengimbau, agar masyarakat tidak membeli hewan kurban dari luar daerah, sebab selain berpotensi membawa penyakit menular, juga kualitas hewan kurban belum tentu sebaik hewan kurban lokal.

“Jadi lebih baik beli hewan kurban lokal saja, apalagi di situasi seperti ini. Kami akan berusaha membantu masyarakat dengan melakukan pengecekan kesehatan hewan, hewan dari luar kan lebih rawan,” pesannya. (set)