Hilang Dua Hari, Ditemukan Nyaris Membusuk di Ladang

    Hilang Dua Hari, Ditemukan Nyaris Membusuk di Ladang
    MENINGGAL. Warga Dusun Sijongkeng RT 20/07, Tegeswetan Kepil ditemukan tewas di ladang.

    WONOSOBO – Penemuan sesosok mayat berjenis kelamin perempuan di ladang gegerkan warga Desa Tegeswetan Kecamatan Kepil kemarin. Belakang diketahui mayat yang nyaris membusuk tersebut merupakan warga setempat yang dinyatakan hilang sejak dua hari lalu.

    Korban bernama Robaniyah (55) warga Dusun Sijongkeng RT 20/07, Desa Tegeswetan. Menurut keterangan keluarga korban, ia diketahui menghilang sejak Jumat (22/3) lalu.

    Berdasarkan informasi yang diperoleh, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Korban pertama kali ditemukan oleh Amin Al Hasbi warga setempat.

    Kapolsek Kepil, Iptu Muji Darmaji mengungkapkan, korban pertama kali ditemukan warga setempat di ladang milik Yasin warga Dusun Sidaplang yang hendak pergi ke ladang. Posisi korban saat ditemukan dalam keadaan terlentang dengan tangan kiri mengepal di dada.

    “Korban ditemukan meninggal di ladang dalam keadaan terlentang tangan kiri mengepal di dada. Jasad korban sudah membusuk tapi masih dapat dikenali oleh saksi,”  katanya.

    Melihat peristiwa tersebut, saksi kemudian memberitahukannya kepada warga sekitar dan melaporkan ke Polsek Kepil. Menerima laporan tersebut, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk membantu melakukan evakuasi.

    “Dari keterangan suami korban, ia meninggalkan rumah sejak hari Jumat (22/3) lalu. Keluarga sudah berupaya mencari tapi belum berhasil menemukan,”  bebernya.

    Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan tim kesehatan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal karena terjatuh dan tidak ada yang segera menolongnya. Pasalnya menurut penuturan warga sekitar, korban memiliki riwayat penyakit vertigo.

    “Belum ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, hanya ada riwayat penyakit. Korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan karena keluarga korban sudah menerima kejadian tersebut sebagai musibah,” pungkasnya.(gus)

    Artikel Menarik Lainnya :  Melongok Gerak Kereta Api Menerobos Pandemi