Hilang Beberapa Hari, Seorang Santri Ditemukan Tewas, Diduga Tersengat Listrik

TERSENGAT LISTRIK. Lokasi jenazah seorang santri ditemukan meninggal dunia, setelah hilang selama tiga hari, diduga tersengat listrik.
TERSENGAT LISTRIK. Lokasi jenazah seorang santri ditemukan meninggal dunia, setelah hilang selama tiga hari, diduga tersengat listrik.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Nasib naas dialami seorang santri yang hilang beberapa hari, namun ditemukan warga dalam keadaan tidak bernyawa, diduga tersengat listrik.

Jasad korban ditemukan di sebuah pekarangan belakang rumah warga di Tempuran Magelang, Senin (13/4). Sontak hal tersebut menggegerkan warga sekitar lokasi.

Kapolsek Tempuran AKP Muh Buhrom membenarkan penemuan santri tersebut sekitar pukul 06.30 WIB. Untuk lokasi penemuan di pekarangan milik Ahmadi di Dusun Jarakan Desa Girirejo Tempuran.

Adapun santri tersebut diketahui berinisial PK (24) yang merupakan santri di salah satu ponpes di desa setempat.

“Untuk alamat asal Santri tersebut yakni dari Kabupaten Grobogan,” ucap AKP Muh Buhrom.

Untuk kronologi penemuan, dijelaskannya seorang pengasuh Ponpes yang juga saksi pertama sedang jalan-jalan pagi disamping rumah Ahmadi. Melihat hal tersebut, saksi pertama tersebut langsung memanggil beberapa santri lainnya.

Baca juga
Pemkot Magelang Anggarkan Rp45 M Tangani Corona

“Sesaat di TKP, saksi ini melihat sebuah sendal miliki korban di atas tumpukan bambu. Saksi ini juga mencium bau yang cukup menyengat, saat ditelusuri ditemukan mayat korban di saluran irigasi. Selanjutnya mereka menghubungi Kepala Desa dan diteruskan ke Polsek Tempuran,” terang Kapolsek.

Petugas Piket Polsek Tempuran, Koramil 22 Tempuran, Puskesmas Tempuran, Damkar WMK Kecamatan Tempuran dan sejumlah relawan datang untuk mengamankan TKP.

“Kemudian dilakukan oleh TKP dan jenazah santri tersebut dievakuasi untuk dilakukan pemeriksaan medis oleh tim Puskesmas Tempuran,” papar Kapolsek.

Dari hasil pemeriksaan tim medis, lanjut Kapolsek didapati kesimpulan bahwa korban telah meninggal kurang lebih tiga hari yang lalu.

“Pada tubuh korban tidak ditemukan ada tanda – tanda penganiayaan. Hasil olah TKP, dugaan penyebab kematian korban karena tersengat kabel listrik saat memangkat batang pohon kemudian terjatuh di saluran irigasi,” ungkapnya.

Selanjutnya jenazah korban dibawa ke RSU Tidar Kota Magelang. Dengan menunggu keluarga korban untuk pemakaman.

“Untuk rencana lokasi pemakaman korban masih belum bisa dipastikan. Hal ini dikarenakan menunggu keputusan dari Orang tua korban atau Wali Santri yang saat ini perjalanan dari Kabupaten Grobogan menuju RSUD Tidar Kota Magelang,” pungkasnya.(cha)