Hendak Pesta Narkoba di Kebun Teh, Dua Pemuda asal Temanggung Ditangkap Polisi

KASUS. Dua pemuda asal Temanggung Jawa Tengah, yakni EJP (34) dan IR (19) diamankan.
KASUS. Dua pemuda asal Temanggung Jawa Tengah, yakni EJP (34) dan IR (19) diamankan.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Berniat pesta narkoba atau obat terlarang (psikotropika) jenis alprazolam dan riklona, dua pemuda asal Temanggung Jawa Tengah, yakni EJP (34) dan IR (19), dicokok polisi di areal perkebunan teh Desa Sigedang Kejajar

“Kami amankan dua orang pemuda yang akan gelar pesta narkoba di kebun teh Desa Sigedang Kejajar,” ungkap Kasat Narkoba AKP Tri Hadi Utoyo dalam gelar perkara di mapolres setempat, Jumat (24/9) sore.

Menurutnya, dua pelaku berhasil ditangkap polisi atas laporan masyarakat terkait transaksi obat-obat terlarang lewat akun facebook. Kronologinya, Kamis (12/8), dua tersangka melakukan pemesanan psikotropika jenis alprazolam 1 mg sejumlah 10 lembar. Tiap lembar berisi 100 butir.

“Mereka juga memesan riklona 2 lembar berisi 20 butir di sebuah angkringan di daerah Ngadirejo Temanggung melalui akun facebook,” terangnya.

Pemesanan obat terlarang dilakukan melalui facebook riklona dumolid itu, setelah direspon kemudian melalui no chat whatsapp. Pemesanan berlanjut dengan mengirim uang Rp 1,7 juta melalui transfer. Setelah itu, barang pesanan dikirim Sabtu (14/8), ke sebuah agen peket pengiriman di daerah Kerkop Temanggung.

Setelah terkirim, kedua pelaku langsung mengambil barang pesanan berupa satu box alprazolam dan riklona dengan mengendarai sepeda motor. EJP dan IR lalu memasukan barang haram itu, ke bagasi sepeda motor dan melanjutkan perjalanan ke Sigedang Kejajar Wonosobo.

“Di areal perkebunan teh Sigedang Kejajar Wonosobo, dua pemuda tersebut berhasil ditangkap polisi tanpa perlawanan berarti. Keduanya pun lalu digelandang ke Mapolres Wonosobo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” katanya.

Barang bukti berupa alprazolam dan riklona, sebuah kardus paket kecil, handphone (HP) merek Oppo beserta simcard dan sepeda motor Honda Revo dijadikan sebagai barang bukti (BB) di kepolisian untuk proses hukum selanjutnya. BB disita dari dua tersangka.

Artikel Menarik Lainnya :  Menyedihkan! 27 Ribu Anak di Wonosobo Tidak Sekolah

“Kedua pelaku disangka melanggar pasal 62 UU No: 5 tahun 1997 tentang psikotropika. Tersangka diancam hukuman maksimal 5 tahun dengan denda paling banyak Rp100 juta,” pungkasnya. (gus)