Hati-hati, Pasien Covid-19 yang Terbanyak di RSUD Temanggung adalah Ibu-ibu Bersalin

Hati-hati, Pasien Covid-19 yang Terbanyak di RSUD Temanggung adalah Ibu-ibu Bersalin
Petugas loket pendaftaran RSUD Kabupaten Temanggung tengah melayani pasien yang datang mengantre, Kamis (24/3). Foto: rizal ifan chanaris.

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Direktur RSUD Kabupaten Temanggung, dr.Tetty Kurniawati meminta secara khusus agar para ibu hamil untuk lebih berhati-hati dan senantiasa menjaga kesehatan mereka guna menghindari penularan penyakit Covid-19.

Bukan tanpa alasan, imbauan tersebut ia lontarkan karena berdasar tingkat hunian tertinggi (okupansi) ruang khusus penanganan Covid-19 di RSUD Kabupaten Temanggung, paling banyak dihuni oleh pasien dari kalangan ibu-ibu bersalin.
“Dari tingkat hunian tertinggi pasien rawat yang berstatus positif Covid-19, sekitar angka 50 an ruang yang ada, paling banyak berasal dari ibu-ibu bersalin,” jelasnya.

Guna menekan angka positif covid-19, khususnya kalangan ibu hamil, pihaknya meminta agar masyarakat tidak kendor dalam penerapan protokol kesehatan seperti menghindari kontak dengan orang banyak hingga lebih banyak untuk beraktifitas di rumah.

Terlebih, imbuhnya, tidak semua layanan kesehatan yang ada di Kabupaten Temanggung dapat menerima atau menangani pasien positif Covid-19. “Jadi sebelum melakukan persalinan, ibu-ibu hamil akan dites swab. Kalau positif kan kasihan, tidak semua layanan kesehatan mulai Puskesmas dan Rumah Sakit menerima. Terkecuali kami, RSUD Kabupaten Temanggung memang sudah siap secara layanan termasuk petugas dan sarprasnya,” imbuh Tetty.

Oleh karenanya, di tengah situasi seperti ini pihaknya berpesan agar seluruh pihak dapat saling menjaga dan mengingatkan satu sama lain agar pandemi segera berakhir dan kondisi dapat pulih seperti semula.

“Harapan kami selaku medis ya angka penularan covid-19 mereda. Khususnya ibu-ibu hamil dapat melahirkan secara normal di seluruh layanan kesehatan terdekat. Karena kalau tes menunjukkan hasil positif, ada banyak resiko. Baik tingkat ringan, mereka harus isolasi mandiri di rumah masing-masing pasca bersalin. Hingga tingkat berat yang pastinya menambah beban ibu-ibu, belum merawat sang bayi, kemudian masih menahan sakit akibat melahirkan, ditambah sakit gara-gara Covid-19 sendiri,” pesannya. (riz)