Hati-hati, Diduga Akta Cerai Palsu Beredar di Temanggung

CEK. Ketua LBH Pengayoman Temanggung Totok Cahyo Nugroho sedang mengecek Surat Akta Cerai keluaran Pengadilan Agama Kabupaten Temanggung yang diduga telah dipalsukan. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
CEK. Ketua LBH Pengayoman Temanggung Totok Cahyo Nugroho sedang mengecek Surat Akta Cerai keluaran Pengadilan Agama Kabupaten Temanggung yang diduga telah dipalsukan. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, TEMANGGUNG – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pengayom Temanggung, baru-baru ini menemukan modus baru pemalsuan dokumen sah negara berupa Akta Cerai yang diduga kuat palsu.

“Bagi masyarakat Kabupaten Temanggung  berhati-hatilah, akhir-akhir ini kami menemukan surat akta cerai yang yang kami duga kuat palsu,”Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pengayom Temanggung, Totok Cahyo Nugroho dikantornya Rabu (16/6)..

Ia menjelaskan, temuan tersebut berawal dari adanya laporan konsultasi oleh pihak yang enggan disebut namanya belum lama ini. Dalam konsultasi itu, ia menunjukkan sebuah foto dokumen berupa Akta Cerai yang diragukan keabsahannya.

“Awal mulanya datang seseorang yang tidak bisa saya sebut di sini menceritakan bahwa dirinya telah didekati oleh seseorang pria yang mengaku telah berstatus duda. Hal ini dibutikan dengan menunjukkan selembar Akta Cerai,” urainya.

Dikatakan, melihat bahwa dokumen tersebut sedikit mencurigakan, pihaknya lantas mengecek nomor perkara yang tertera kepada pihak Pengadilan Agama selaku lembaga sah yang berhak menerbitkan dokumen tersebut.

“Karena ada kejaangalan dalam surat akta cerai ini, maka kami langsung berkoordinasi dengan pihak yang menerbitkan surat ini,”katanya.

Dikatakan, hasilnya cukup mengejutkan. Pasalnya, pihak PA menyatakan bahwa ada berbagai perbedaan yang memperkuat dugaan bahwa dokumen itu telah dipalsukan oleh pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab untuk disalahgunakan.

Ia merinci, terdapat berbagai perbedaan usai dilakukan pengecekan terhadap PA. Antara lain nama Panitera, nomor registrasi, dan nama pihak.

“Jadi, berdasarkan data resmi PA yang menerbitkan surat Akta Cerai itu, identitas pemilik dokumen, nomor registrasi, dan nama panitera sah jauh berbeda dengan dokumen yang saya duga kuat telah dipalsukan tersebut,” tegasnya.

Lanjutnya, meski memiliki nomor perkara yang sama, namun akta yang diduga telah dipalsukan ini tertulis nama pemilik berinisial FBP asal Kecamatan Bansari Kabupaten Temanggung dengan pengesahan pihak panitera yang berbeda dengan pejabat saat dokumen tersebut dikeluarkan.

Artikel Menarik Lainnya :  Bela Petani Tembakau, Anggota DPR RI Panggah Susanto Minta Pabrikan Juga Memikirkan Nasib Petani

Oleh sebab itulah pihaknya meminta seluruh pihak untuk lebih berhati-hati dalam melangkah terkait masalah perkara perdata perceraian khususnya, dan perkara lain pada umumnya.

“Hasil pengecakan di PA, Akta Cerai dengan nomor perkara tersebut secara sah pernah diterbitkan dengan atas nama lain. Hati-hati untuk semua pihak untuk tidak mudah tergiur dengan beragam tawaran yang dijanjikan. Ikuti saja prosedur yang berlaku di lembaga sah. Bahaya sekali karena model pemalsuan itu menyangkut lembaga-lembaga sah negara,” tegasnya.(Set)