Hasil Swab PCR Massal, 57 Mahasiswa Untidar Terkonfirmasi Positif Covid-19

TERPUSAT. Sebagian penghuni isolasi terpusat di Hotel Safira, yang dibuka Pemkot Magelang, Minggu (20/6) lalu adalah mahasiswa klaster gathering Untidar. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
TERPUSAT. Sebagian penghuni isolasi terpusat di Hotel Safira, yang dibuka Pemkot Magelang, Minggu (20/6) lalu adalah mahasiswa klaster gathering Untidar. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Sebanyak 57 mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) Magelang dinyatakan positif Covid-19. Sebagian dari mereka tidak memiliki gejala berarti atau orang tanpa gejala (OTG).

Data ini diketahui dari Satgas Penanganan Covid-19 Kota Magelang. Sebelumnya, sebanyak 87 mahasiswa dan dosen Untidar Magelang selesai menjalani tes swab PCR massal beberapa waktu lalu.

”Diketahui sebanyak 57 orang di antaranya positif,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Magelang, dr Intan Suryahati, kemarin.

Tes swab PCR massal ini difasilitasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang, merespons temuan klaster gathering mahasiswa Untidar di Sawangan, Kabupaten Magelang, awal Juni lalu. Kala itu, diketahui 10 mahasiswa yang menggelar tes antigen mandiri dan hasilnya reaktif.

Intan yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Magelang itu menjelaskan, mahasiswa yang terpapar, sebagian besar berasal dari klaster gathering mahasiswa Fakultas Teknik.

Sebelumnya diberitakan, belasan mahasiswa terpapar Covid-19 usai mengikuti gathering mahasiswa Fakultas Teknik Untidar di kawasan Sawangan, Kabupaten Magelang, 4-6 Juni 2021.

Selanjutnya tes usap PCR massal digelar di kompleks kampus Untidar, Selasa (15/6), yang diikuti diikuti 87 civitas akademika yakni 86 mahasiswa dan 1 orang dosen. Beberapa hari kemudian, diketahui 34 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah itu terus bertambah, hingga diketahui totalnya berjumlah 54 orang.

Intan menyebut, klaster gathering Untidar ini menjadi penyumbang terbesar lonjakan kasus aktif corona di Kota Magelang. Selebihnya, nyaris tidak ada klaster karena kasus cenderung merata di masyarakat.

”Tidak ada klaster, yang besar saat ini ada klaster gathering Untidar,” ucapnya. (wid)

Artikel Menarik Lainnya :  Penggunaan Anggaran Covid-19 Rp2,94 Triliun Ternyata Bermasalah, BPK Temukan Penyimpangan