Hasil Panen Sayur Melimpah, Langsung “Dilempar” Luar Daerah

PANEN. Para petani mulai memanen sayur sejak awal Agustus lalu.
PANEN. Para petani mulai memanen sayur sejak awal Agustus lalu.

MAGELANGEKSPRES.COM, WONOSOBO – Dengan pergantian musim yang terjadi mendekati masa panen, para petani mengaku puas dengan hasil panen yang mayoritas dari jenis kubis, kol, hingga sayuran hijau jenis sawi lainnya.

Petani asal Garung, Rojaki mengakatan, dengan minimnya curah hujan, kandungan air di sayur saat dipanen cukup stabil dan ketika dipanen tidak mudah layu. Mengingat suhu udara juga cukup mendukung dengan rerata di angka 15 derajat hingga 20 derajat di siang hari. Hal itu menurut Rojaki mendukung sayur untuk bisa dikirim ke wilayah yang cukup jauh.

“Dengan cuaca yang mendukung seperti ini, biasanya kami lebih prioritaskan untuk kirim langsung ke luar daerah. Apalagi di sore dan malam hari tidak hujan. Sehingga sayur aman di jalan. Meskipun dari harga memang sekarang masih ada tren naik, kami lebih mantap untuk di jual ke pasar luar. Karena memang sedang banyak petani yang panen di minggu-minggu ini,” katanya kemarin (6/8).

Dalam sekali panen, mayoritas petani bisa mengangkut sedikitnya satu ton sayur dari beberapa jenis yang berbeda. Dengan perkiraan harga per kilogram di angka Rp1.500 hingga Rp2.500 untuk kubis. Sedangkan untuk dijual karungan, kubis biasanya dijual lebih murah. Dari satu lahan, apra petani memperkirakan bisa mendapatkan penghasilan sedikitnya Rp 3 juta hingga Rp 5 juta. Diungkapkan Rojaki, angka tersebut belum termasuk upah tenaga dan kebutuhan harian untuk merawat tanaman.

“Yang paling banyak tenaganya, dan ini masih lumayan ketimbang yang kemarin-kemarin saat musim hujan. Selain sayuran kami juga menanam daun bawang, wortel, dan beberapa tanaman pagar seperti kacang panjang. Hasilnya bisa untuk dimasak sendiri selain dijual harian,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  Pemkab Wonosobo Optimis Herd Immunity Bisa Terbentuk di Bulan Depan

Meskipun di beberapa wilayah tengah tembakau, namun beberapa petani di kawasan Garung cenderung memilih untuk menanam sayur maupun cabai. Hal itu menurut Rojaki dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya yang cukup mengecewakan. (win)