Hari Ketujuh Lebaran, Arus Lalin di Wonosobo Berangsur Normal

MOGOK. Pihak Kepolisian Sektor Kejajar  dan relawan mendorong mobil mogok di jalur tanjakan menuju kawasan dataran tinggi Dieng.
MOGOK. Pihak Kepolisian Sektor Kejajar  dan relawan mendorong mobil mogok di jalur tanjakan menuju kawasan dataran tinggi Dieng.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM Arus lalu lintas (lalin) di Kabupaten Wonosobo berangsur normal, meski terjadi kepadatan namun tidak menimbulkan kemacetan panjang. Hal tersebut terpantau di sejumlah ruas jalan baik di pusat kota maupun di kawasan objek wisata.

“Arus lalulintas ke kawasan objek wisata Dieng, sudah mulai normal, landai tidak ada kemacetan, memang masih padat, tapi lancar,” ungkap Kapolsek Kejajar, AKP Agus Priyono, kemarin.

Menurutnya, puncak wisatawan ke kawasan Dieng terjadi pada hari ketiga lebaran, kemacetan panjang terjadi sejak pagi hari. Kemudian pada hari kelima dan ketujuh arus lalin ke kawasan Dieng juga mengalami peningkatan.

“Jadi di hari ketiga lebaran hari Jumat dan sa5btu sempat ada kenaikan. Bahkan sempat kita harus berjibaku dengan mobil yang mengalami mogok di tanjakan Tieng itu, tapi hari minggu ini sudah normal,” katanya.

Diperkirakan wisatawan sudah mulai kembali ke tempat asal atau mudik pada hari Sabtu, sebab pada hari Senin aktivitas perkantoran maupun tempat kerja sudah dibuka kembali. Sehingga, hari minggu kepadatan arus lalu lintas didominasi oleh warga Wonosobo yang masih bersilaturahmi ke kerabat terdekat.

“Hari Sabtu dan Minggu ini arus lalu lintas didominasi warga Wonosobo, yang masih bersilaturahmi maupun berwisata,” katanya.

Dikatakan, bahwa pengawalan selama libur lebaran di kawasan dataran tinggi Dieng berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan yang signifikan. Jumlah kendaraan yang mogok di saat naik ke kawasan Dieng juga tidak begitu banyak serta langsung ditangani oleh tim dari kapolsek kejajar dibantu relawan.

“Untuk  mobil mogok langsung kita dorong dan diarahkan ke area parkir terdekat, sehingga tidak menimbulkan kemacetan yang parah, jumlahnya juga tidak terlalu banyak,” ucapnya.

Sementara itu, untuk kepadatan arus lalu lintas di sejumlah titik seperti di pusat kota dan Kertek, masih terjadi hingga minggu sore kemarin. Arus paling padat terjadi di jalan Kertek hingga Wonosobo, sebab jalur tersebut merupakan pertemuan dari arah Temanggung Purworejo dan Banjarnegara.

Satlantas Polres Wonosobo telah menyiagakan personil di sejumlah titik untuk melakukan rekayasa arus lalu lintas. Selain itu sejumlah jalur alternatif dapat digunakan oleh pengguna jalan untuk menghindari arus lalu lintas. (gus)