Hari ke-7, Korban Hanyut di Kali Galuh Belum Ditemukan

CARI. Pencarian korban yang diduga terseret banjir kali Galuh oleh tim SAR gabungan, belum membuahkan hasil

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO– Pencarian korban yang diduga terseret banjir kali Galuh oleh tim SAR gabungan, belum membuahkan hasil. Padahal jelang memasuki hari ke-7. Terkait hal itu, proses pencarian akan semakin dimaksimalkan.

“Hari ini tim SAR gabungan Wonosobo dan Banjarnegara belum berhasil menemukan korban yang  hanyut beberapa waktu lalu,” ungkap Kepala BPBD Wonosobo, Zulfa Ahsan Alim Kurniawan kemarin.

Menurutnya, pencarian orang hanyut oleh tim dimulai pukul 08.30 WIB hingga  16.00 WIB, dengan fokus lokasi pencarian di Sungai Serayu wilayah Banjarnegara,  penyisiran yang diawali dari Kali Semampir hingga Waduk Mrica secara bergantian atau trip personil sebanyak tiga kali sampai pukul 16.00 WIB.

“Semua elemen organisasi relawan dipotensikan baik dari Wonosobo maupun Banjarnegara dengan cara susur sungai maupun menggunakan perahu, namun hingga saat ini korban belum ditemukan,” katanya

Baca Juga
Nasib Wisata Wonosobo Tergantung Kelestarian Alam

Hasil evaluasi selanjutnya akan dilakukan pemantauan baik dari wilayah Wonosobo maupun Banjarnegara. Secara resmi operasi akan dihentikan pada hari Rabu. Namun  bila cuaca memungkinkan akan diupayakan pencarian lagi.

“Jadi operasi full memang baru dimulai besok. Sambil konfirmasi dari Basarnas,” ucapnya.

Tim SAR gabungan masih terus berupaya mencari penambang pasir yang hanyut di Sungai Galuh pada Rabu (17/2) lalu. Pencarian korban Komarun (55) warga Desa Maduretno akan dihentikan pada hari ke-7.

Operasi pencarian penambang pasir yang diduga hanyut ini akan dilakukan sampai hari ke-7. Apabila korban tetap tidak ditemukan sampai hari terakhir pencarian, maka dengan terpaksa operasi ini akan dihentikan. Operasi pencarian dilakukan oleh ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, gabungan relawan dan sejumlah warga. Ratusan personil dibagi menjadi beberapa tim untuk menyisir dari lokasi kejadian sampai aliran Sungai Serayu.

Artikel Menarik Lainnya :  Sempat Ditolak Warga, Pembongkaran Median Jalan di Pertigaan Pasar Berlanjut

Sementara itu, Camat Kalikajar, Bambang Tri mengungkapkan, berdasarkan laporan dari para personil di posko, cuaca dan derasnya aliran sungai menyulitkan para personil dalam melakukan pencarian. Sehingga para tim SAR gabungan harus berhati-hati.

“Kita dapat bantuan dari BPBD dan relawan dari Banjarnegara, sehingga pencarian dibagi menjadi dua. Tim SAR dari Wonosobo mencari di wilayah Wonosobo. Sementara tim SAR dari Banjarnegara fokus di wilayah Banjarnegara,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang penambang pasir dilaporkan hilang pada saat menambang pasir di Sungai Galuh, Desa Maduretno, Kalikajar pada Rabu lalu. Korban bernama Komarun (55) diduga hanyut pada saat menambang pasir di Sungai Galuh. (gus)