Hari ini, Masjid Mulai Dibuka untuk Ibadah, Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19

AL MAHDI. Salah satu tempat ibadah untuk warga Muslim di Kota Magelang, Masjid Al Mahdi di Magelang Utara, dan semua tempat ibadah di wilayah setempat, akan mulai dilonggarkan dengan protokol kesehatan ketat.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Mulai hari ini, Jumat (5/6) seluruh tempat ibadah di Kota Magelang sudah boleh dibuka kembali. Asalkan kegiatan peribadatan tetap menerapkan protokol kesehatan mencegah penularan Covid-19.

“Mulai besok kegiatan ibadah sudah mulai dilakukan di masjid, musala, gereja, pura, wihara, klenteng, sudah bisa dibuka tapi untuk ibadah rutin,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang, Joko Budiyono, usai rapat koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Magelang di aula Adipura Kencana kompleks kantor Walikota Magelang, Kamis (4/6).

Menurut Joko, penerapan protokol kesehatan juga praktis membatasi jumlah jamaah dari biasanya. Jika selama ini, tempat ibadah penuh, maka adanya pemberlakuan protokol kesehatan, teknis bisa dikurangi hingga 70 persen.

“Jamaah yang tidak kebagian tempat bisa mengikuti jamaah pada sesi berikutnya. Tidak hanya masjid, tapi tempat ibadah agama lain juga bisa menjalankan itu,” tandasnya.

Baca Juga
Perpanjangan SIM di Purworejo Dapat Dispensasi Satu Bulan

Pembatasan jumlah jamaah ini, sebut Joko, untuk menerapkan physical distancing minimal 1 meter setiap orang. Selain itu, para pengurus tempat ibadah juga wajib melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala di area rumah ibadah, membatasi jumlah pintu atau jalur keluar masuk rumah ibadah, menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/handsanitizer di pintu masuk dan keluar tempat ibadah.

Pihaknya juga telah menerbitkan surat pemberitahuan resmi nomor 451/283/123 tertanggal 4 Juni 2020. Dalam surat ini dijelaskan secara teknis kewajiban pengurus/takmir atau penanggungjawab rumah ibadah. Beberapa di antaranya, menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi protokol kesehatan.

“Kemudian menyediakan alat pengecekan suhu tubuh, pembatasan jarak pakai tanda khusus di lantai/kursi minimal 1 meter, pengaturan jumlah jamaah, mempersingkat waktu pelaksanaan ibadah tanpa mengurangi ketentuan kesempurnaan ibadah, dan memasang imbauan protokol kesehatan,” imbuh Joko.
Selain itu, pengurus juga wajib membuat surat pernyataan kesiapan menerapkan protokol kesehatan yang ditentukan. Disamping syarat bagi pengelola, masyarakat atau jamaah juga harus memenuhi persyaratann tertentu antara lain jamaah harus sehat, meyakini rumah ibadah telah memiliki surat keterangan aman Covid-19 dari pihak berwenang, menggunakan masker, dan menjaga kebersihan tangan.

“Lalu hindari kontak fisik seperti salaman atau berpelukan, menjaga jarak, menghindari berdiam lama/berkumpul di rumah ibadah, anak-anak dan lansia maupun orang yang berisiko tertular Covid-19 tidak boleh beribadah ke rumah ibadah,” ungkapnya. (wid)