Harganya Lebih Murah, Ibu-ibu di Temanggung Rela Antre untuk Mendapatkan Minyak Goreng Curah

Harganya Lebih Murah, Ibu-ibu di Temanggung Rela Antre untuk Mendapatkan Minyak Goreng Curah
Para pembeli di salah satu toko sembako di Temanggung tengah mengantre menunggu jatah membeli minyak goreng curah Rabu (30/3). Foto: rizal ifan chanaris.

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Melambungnya harga minya goreng kemasan mencapai Rp 25.000 an per liter di pasaran menyebabkan migrasi besar-besaran untuk beralih menggunakan minyak goreng curah yang harganya lebih terjangkau.

Seperti yang terlihat di salah satu toko sembako PT Berkat Anugerah Pangan Perkasa di Jalan Dr Cipto Kelurahan Temanggung I Kecamatan Temanggung, Rabu (30/3) pagi. Di tempat ini puluhan pembeli rela mengantre selama beberapa jam untuk mendapatkan minyak goreng curah. Bahkan antrean terlihat mengular akibat tingginya animo pembelian.

Jajang (45) warga Parakan mengaku ia harus mengantre hingga 1 jam hanya untuk memperoleh jatah pembelian minyak goreng curah sebanyak 1 jeriken berisi 16 liter seharga Rp 248.000.

Pengusaha kerupuk tersebut mengatakan bahwa hal ini ia lakukan di tengah melambungnya harga minyak goreng kemasan yang mencapai Rp 24.000 sampai Rp 25.000 per liternya.

“Satu jam saya mengantre untuk dapat 1 jeriken minyak goreng curah. Mau gimana lagi, saya pengusaha butuh minyak goreng, sedangkan kemasan harganya sudah sangat memberatkan,” akunya.

Pembeli lain, Mat Nurbua (38) asal Kelurahan Jurang mengungkapkan bahwa antrean ini terjadi karena warga sudah cukup lama menantikan kedatangan pasokan minyak goreng curah di toko ini. “Terakhir dua minggu lalu, baru datang lagi sekarang,” ujarnya.
Menurutnya, setiap pembeli yang datang wajib membawa fotokopi KTP untuk memperoleh jatah pembelian minyak goreng curah seharga Rp 15.500 per liter dengan maksimal pembelian 1 jeriken itu.

Dirinya mengaku belum memperoleh panggilan dari pihak toko meski telah mengantre selama 2 jam sejak pukul 08.00 wib. Hal ini terpaksa ia lakukan karena harga minyak goreng kemasan di pasaran sudah melesat jauh, sedangkan masih banyak masyarakat yang membutuhkannya.

“Gimana lagi Mas, harga minyak kemasan sudah memberatkan kami. Masak sampai Rp 50.000 per kemasan 2 liter. Harapan kami semoga ada langkah pemerintah biar harga kembali normal. Di sisi lain, minyak goreng curah masih sulit didapat. Memang secara kualitas berbeda, tapi itulah pilihan terbaik bagi rakyat kecil,” urai pengusaha catering tersebut.

Meski animo atau tingkat permintaan terhadap minyak goreng curah mulai menunjukkan peningkatan, namun stok atau pasokan di pasaran sendiri sampai sejauh ini masih terbilang kurang.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Temanggung, Entargo Yutri Wardono belum lama ini. Ia menyebut, berdasar pantauan ke sejumlah titik, pihaknya menyimpulkan bahwa ketersediaan minyak goreng curah masih sangat minim.

Hal ini disebabkan oleh lambatnya distribusi oleh pabrik maupun distributor yang ada. Sejauh ini, rata-rata setiap pedagang hanya mendapatkan jatah sebesar 9 ton minyak goreng curah yang habis dibeli dalam waktu singkat oleh konsumen yang berasal dari kalangan UKM serta para pedagang kecil.

“Dari hasil pantauan kami ke sejumlah pedagang. Ketersediaan minyak goreng curah di tingkat pedagang masih sangat kurang. Di satu tempat saja, pasokan datang sebesar 9 ton langsung habis dibeli konsumen,” jelasnya.

Ia menambahkan, meski dalam SE Mendag terdapat ketentuan harga minyak goreng curah sebesar Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram, namun di lapangan dijual seharga Rp 16.000 per kilogram dengan alasan minimnya pasokan yang datang.

Guna mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya telah berupaya mengajukan permintaan kiriman pasokan minyak goreng curah dengan menyurati Disperindag Provinsi Jateng dan pihak distributor. “Provinsi belum memberi jawaban, sedangkan distributor mengaku belum bisa menyediakan minyak goreng curah,” akunya. (riz)