Harga Tembakau di Temanggung Masih Jauh dari Harapan

JEMUR. Sejumlah petani sedang menjemur tembakau di lapangan Desa/Kecamatan Kledung

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Panen raya tembakau tahun ini memang belum berpihak pada petani. Hingga saat ini harga tembakau masih saja belum berubah, meskipun Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah mengunjungi perwakilan pabrikan rokok.

“Untuk tembakau grade C harganya Rp60.000 per kilogram, harga ini masih jauh dari harapan petani,” kata Sekretaris APTI Temanggung Yamuhadi, Senin (7/9).

Tidak hanya itu, serapan tembakau oleh perwakilan pabrikan rokok juga masih sangat lambat. Hal ini disebabkan karena hanya ada satu perwakilan pabrikan yang melakukan pembelian dengan optimal.

Padahal biasanya kata Yamuhadi, setiap musim panen raya tembakau tiba, setidaknya ada dua perwakilan pabrikan rokok yang menyerap tembakau dengan baik.

“Sekarang ini hanya perwakilan Gudang Garam yang sudah melakukan pembelian tembakau dengan baik, meskipun dengan protokol kesehatan yang cukup ketat,” katanya.

Ia mengakui, perwakilan Djarum memang sudah melakukan pembelian, namun permintaannya susah dipenuhi petani tembakau. Sehingga tembakau produksi petani tidak banyak yang bisa masuk.

Kondisi tersebut katanya, membuat tembakau produksi petani masih banyak yang belum terserap pabrikan. Oleh karena itu pihaknya bersama perwakilan dari APTI Temanggung akan berusaha menemui sejumlah perwakilan pabrikan Djarum di Temanggung.

Baca juga
BPJamsostek Serahkan 560 Subsidi Upah Pekerja di Temanggung

“Kami akan meminta kebijaksanaan dari perwakilan pabrikan Djarum di Temanggung, agar melakukan penyerapan atau pembelian. Sehingga geliat panen raya ini bisa lebih baik. Setidaknya ada persaingan harga, dengan demikian harga tembakau bisa ada peningkatan,” jelasnya.

Dikatakan, hasil pertemuan itu nantinya akan langsung disampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Menurutnya, beberapa pekan lalu Gubernur memang sudah melakukan kunjungan ke sejumlah gudang perwakilan pabrik rokok di Temanggung. Dari hasil kunjungannya ini PT Djarum diimbau untuk segera melakukan pembelian tembakau.

“Memang sudah diimbau untuk segera oleh Gubernur, tapi pada kenyataanya sampai saat ini penyerapan dari perwakilan Djarum masih sangat lambat,” tuturnya.

Sutopo anggota APTI menambahkan, sampai saat ini petani sudah melakukan panen raya tembaku hingga petikan ke empat. Namun harga tembakau masih saja belum ada kenaikan. Padahal kualitas tembakau sudah semakin bagus.

“Ditahun-tahun sebelumnya, saat petikan daun ke empat ini harganya sudah mulai bagus paling tidak sudah mencapai harga Rp75.000 sampai dengan Rp90,000 per kilogram,” tuturnya.

Ia berencana bersama petani lainnya yang tergabung dalam APTI Temanggung akan mendatangi gudang perwakilan Djarum. Dengan harapan perwakilan Djarum melakukan penyerapan tembakau seperti yang dilakukan oleh Gudang Garam.

“Harapan kami segera meningkatkan pembelian, sehingga ada persaingan pasar yang bagus. Jika ada persaingan maka secara otomatis harga tembakau akan meningkat,” harapnya.

Saat ini mayoritas petani sudah memasuki pertengahan panen raya, petani sangat berharap di pertengahan hingga akhir panen mendatang, perwakilan pabrikan bisa melakukan pembelian dengan harga yang wajar.

“Petani sudah berusaha memenuhi permintaan pabrikan, saat ini kami juga berharap, perwakilan pabrikan bisa memenuhi permintaan petani,” harapnya lagi.(set)