Harga Obat dan Ketersediaan Oksigen di Temanggung Tak Terkendali

MENGANTRE. Sejumlah warga sedang mengantre membeli obat di salah satu apotek di kota Temanggung. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
MENGANTRE. Sejumlah warga sedang mengantre membeli obat di salah satu apotek di kota Temanggung. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Berkeadilan DPRD Temanggung berharap pemerintah kabupaten setempat mampu mengendalikan harga obat yang melonjak tinggi, termasuk ketersediaan oksigen yang memadai bagi pasien Covid-19.
Sekretaris Fraksi PAN Berkeadilan DPRD Temanggung Bejo Tursiam mengatakan, ketersidaan obat-obatan dan fasilitas kesehatan lainnya termasuk dalam hal ini oksigen sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama masyarakat yang sedang menjalani perawatan atau sedang menjalani isolasi mandiri.

“Harga jual obat-obatan saat ini naik cukup signifikan, pemerintah harus menempuh langkah tertentu agar tidak terjadi kekurangan obat-obatan dan oksigen,” pintanya, kemarin.

Fraksi PAN Berkeadilan juga sangat prihatin melihat angka kematian di Kabupaten Temanggung mencapai tiga kali lipat jika dibandingkan dengan kondisi normal.
Hal ini seirama dengan kondisi nasional di mana tingkat kematian semakin meningkat, sehingga Indonesia menjadi urutan terdepan dalam kasus kematian Covid-19.

Faktor kelangkaan oksigen dan obat, penuhnya keterisian tempat tidur rumah sakit dan permasalahan mendapatkan mobil ambulan karena kasus Covid-19 yang tinggi jadi pemicu kematian tinggi pasien isolasi mandiri.

Terkait hal tersebut, Fraksi PAN Berkeadilan berharap agar pemerintah daerah tidak perlu lagi melakukan kerja simbolik dan seremonial. Namun bagaimana hal yang tidak kalah penting, harus mampu memberikan dukungan dalam bentuk monitoring kesehatan dan menjadikan puskesmas sebagai garda terdepan dalam mengurus pasien yang sedang melakukan isolasi mandiri.

Menurutnya, enam belas bulan sudah Pandemi Covid-19 berjalan di Indonesia, sudah seharusnya pemerintah daerah lebih serius lagi dalam menangani setiap kasus dengan anggaran yang tersedia.

“Kami berpendapat, sudah bukan waktunya lagi bagi-bagi masker, hand sanitizer dan semacamnya, karena saat ini sudah saatnya pemerintah daerah menggencarkan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan sesuai prokes, mengingat saat ini penyebaran virus sudah berasal dari klaster keluarga,” tukasnya.

Artikel Menarik Lainnya :  2 Pekan, PTM di Temanggung Berjalan Lancar

Pihaknya juga berharap, tidak ada lagi aduan-aduan dari masyarakat yang mengeluhkan tentang tidak adanya perhatian pemerintah daerah kepada pasien yang sedang melakukan isolasi mandiri. Baik dalam bentuk telemedicine maupun pemantauan kondisi pasien secara langsung oleh puskesmas pengampu wilayah pasien yang bersangkutan. (set)