Harga Beras di Temanggung Turun

CEK. Kepala Dinas Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kabupaten Temanggung Sri Hariyanto melakukan pengecekan sembako di sejumlah pasar tradisional di Temanggung.

MAGELANGEKSPRES.TEMANGGUNG – Memasuki bulan Ramadan 1442 H, harga beras di sejulah pasar di Kabupaten Temanggung cenderung stabil, bahkan untuk beberapa jenis harganya turun.

Jumiah salah satu pedagang beras di Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung menuturkan, sejak satu bulan terakhir ini harga beras justru mengalami penurunan. Karena di bulan Feburari dan Maret lalu, sebagian besar petani di Temanggung panen raya.

“Panen raya tidak hanya di satu atau dua kecamatan saja, tapi hampir semua kecamatan yang menghasilkan beras panen raya,” tuturnya, kemarin.

Ia mengungkapkan, penurunan harga cukup banyak yakni antara Rp500 hingga Rp1.000 per kilogram, tergantung dari jenis dan kualitas dari beras.

Menurutnya, hingga awal bulan Ramadan ini, harga beras juga belum mengalami perubahan, karena diperkirakan stok beras di tingkat petani masih cukup banyak.

“Biasanya saat menjelang Ramadan kebutuhan masyarakat banyak, namun saat ini tidak ada kenaikan permintaan, padahal stoknya cukup banyak,” tuturnya.

Baca Juga
Dua PRT Nekad Curi Emas Batangan Milik Majikannya

Drasini pedagang di Pasar Parakan menambahkan, saat ini tingkat kebutuhan masyarakat akan beras tidak terlalu tinggi, sebab sebagian besar masyarakat saat ini masih menyimpan stok bahan makanan.

“Kalau di Kecamatan Parakan ini kan sebagian besar masyarakatnya adalah petani, mereka masih menyimpan gabah sebagai persiapan bahan makanan,” tuturnya.

Saat ini harga jual beras mulai dari kelas bawah, medium hingga premium tidak terlalu banyak perbedaan. Harga beras di tiga kelas kualitas beras tersebut berkisar antara Rp8.000, Rp9.000, Rp10.000 hingga Rp12.000.

“Konsumen bisa memilih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan,” tuturnya.

Meskipun saat ini harga beras murah, namun tidak serta merta membuat pedagang mendapatkan keuntungan dengan semakin banyaknya omset penjualan.

Artikel Menarik Lainnya :  2.500 Siswa Miskin di Temanggung Terima BSM Rp950 Juta

“Kondisi saat ini sangat berbeda, masyarakat cenderung lebih memilih untuk menyimpan bahan makanan. Omset penjualan juga sangat stabil, tidak ada kenaikan maupun penurunan,” ujarnya.

Sementara itu Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Temanggung Sri Hariyanto menuturkan, ketersediaan beras di Kabupaten Temanggung lebih dari cukup, apalagi saat ini petani sedang panen raya.

“Melimpah sekali, sekarang harganya jadi turun karena memang petani sedang panen raya,” katanya.

Namun selama bulan Ramadan ini pihaknya akan terus melakukan pemantauan harga, dengan harapan tidak ada lonjakan harga sembako saat menjelang perayaan Idul Fitri mendatang.

“Pantuan berkelanjutan akan kami lakukan di semua pasar tradisional di Temanggung, semoga saja hingga akhir Ramadan mendatang harga masih tetap stabil,” harapnya. (set).