Hanyut di Sungai Galuh, Akhirnya Jasad Penambang Pasir Ditemukan di Banjarnegara

PEMAKAMAN. Proses pemakaman korban hanyut di Sungai Galuh Kalikajar pada 17 februari 2021 silam, atas nama Komarun (54) warga Desa Madusari Maduretno .

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO– Korban hanyut di Sungai Galuh Kalikajar pada 17 Februari 2021 silam, atas nama Komarun (54) warga Desa Madusari Maduretno ditemukan di Waduk Mrican Banjarnegara. Korban telah dievakuasi dan dimakamkan oleh pihak keluarga di kampung halaman.

“Korban ditemukan tadi sore sekitar pukul 17.00 WIB di Waduk Mrican. Sudah dievakusi dan dimakamkan oleh pihak keluarga di Madusari Maduretno,” ungkap kadus Madusari, Bidin, saat di konfimrasi kemarin.

Menurutnya, setelah ada penemuan jenazah di Waduk Mrican Banjarnegara, kemudian pihak keluarga dan pemerintah desa dihubungi untuk mencocokkan ciri, terkait penemuan tersebut. Setelah dilakukan pengamtan, anak korban mengenali salah satu ciri dan menyakini jenazah tersebut adalah keluarganya yang hanyut beberapa waktu lalu.

“Ya keluarga dalam hal ini, anaknya yakin, itu jasad bapaknya, ada beberapa ciri yang dikenali,” ucapnya.

Baca Juga
Status BLUD, RSUD Wonosobo Memiliki Otonomi Kelola Keuangan Sendiri

Sementara itu, Camat Kalikajar, Bambang Trie membenarkan bahwa jasad Komarun warga Madusari telah ditemukan. Dari hasil pencocokan yang dilakukan oleh pihak keluarga ada beberapa ciri yang sama dengan korban.

“Ya benar sudah ditemukan. Kondisi meninggal dunia, dan keluarga yakin itu jasad keluarganya,” ungkapnya.

Pihaknya berterima kasih kepada semua pihak yang telah berupaya keras mencari korban sejak hilang diduga hanytu saat mencari pasir di sungai galuh pada pertengah februari 2021 silam.

Sebelumnya, Upaya tim SAR gabungan untuk mencari korban yang hanyut resmi ditutup pada hari ketujuh pada tanggal 25 februari 2021 silam. Namun meski sudah dilakukan penyisiran di semua titik, korban tidak ditemukan. Pihak keluarga mengaku sudah ikhlas.

Dari hasil evaluasi terhadap  proses pencarian korban, terdapat sejumlah kendala, diantaranya cuaca yang tidak stabil, hujan deras, hujan ringan dengan intensitas lama , kondisi  panjang dan lebar sungai, serta arus yang seringkali deras.

Artikel Menarik Lainnya :  Imbas Covid-19, Pendapatan Daerah Wonosobo Diestimasikan Turun Rp15 Miliar

Diberitakan sebelumnya, seorang penambang pasir dilaporkan hilang di Sungai Galuh, Desa Maduretno, Kecamatan Kalikajar pada Rabu (17/2) Korban bernama Komarun (54) warga setempat tersebut diduga hanyut pada saat menambang pasir di Sungai Galuh. ( gus)