Hanya Juru Kunci yang Boleh Masuk Gunung Tidar

PENGUMUMAN. UPT Kebun Raya Gunung Tidar mengumumkan penutupan tempat wisata religi itu selama PPKM Level 4 yang bersamaan dengan pergantian malam 1 Syuro. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
PENGUMUMAN. UPT Kebun Raya Gunung Tidar mengumumkan penutupan tempat wisata religi itu selama PPKM Level 4 yang bersamaan dengan pergantian malam 1 Syuro. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Pemkot Magelang tidak akan membuka Kebun Raya Gunung Tidar, di malam 1 Syuro atau Muharam, Senin (9/8) malam. Meski biasanya, kawasan wisata religi itu setiap malam pergantian tahun hijriyah selalu dibanjiri pengunjung.

Sebagai gantinya, UPT Kebun Raya Gunung Tidar hanya akan melaksanakan peringatan yang dihadiri keluarga juru kunci.

”Syuro ini kita tidak melaksanakan peringatan. Tapi sebagai toleransi dan penghormatan, karena sudah jadi tradisi, maka hanya para juru kunci saja yang hadir. Ada 8 orang,” kata UPT Kebun Raya Gunung Tidar, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang, Agus Suprijanto, kepada wartawan, Senin (9/8).

Selain sederhana, peringatan malam 1 Syuro dipastikan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hanya yang sehat dan suhu tubuhnya normal saja yang diperbolehkan naik ke puncak.

”Ini kan sifatnya rutinitas. Jadi kita harus menghormati kalau juru kunci akan mengadakan kegiatan. Yang jelas, kita sudah meminta supaya tidak lebih dari 8 orang dan menerapkan protokol kesehatan sangat ketat,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, tradisi perayaan malam 1 Syuro sudah digelar sejak bertahun-tahun yang lalu. Oleh karena itu, pihaknya merasa perlu menghormati para juru kunci untuk tetap bisa menjalankan tradisi atau ritual tahunan tersebut.

”Kita periksa ketat nanti sebelum masuk. Dimulai dari KTP-nya, agar kita bisa memastikan bahwa mereka benar-benar juru kunci. Bukan dari orang luar,” tegasnya.

Gunung Tidar akan dibuka untuk ke-8 orang tersebut mulai pukul 19.30 sampai 23.00 WIB. ”Petugas akan menjaga di pintu masuk, agar tidak ada pengunjung dari manapun,” tuturnya.

Agus menuturkan, jika sebelum terjadinya pandemi, banyak orang berdatangan dari berbagai daerah ke Gunung Tidar melakukan acara tradisi. Bahkan, saat tahun 2019 lalu, UPT Kebun Raya Gunung Tidar harus menggandeng para relawan.

Artikel Menarik Lainnya :  Datangi Bank Sampah, Tim Juri Langsung Memberikan Penilaian

”Kalau sebelum pandemi ramai, dari segala penjuru semua ke sini (Gunung Tidar). Kita menggandeng dari unsur relawan segala macam mengantisipasi. Di sini ada ada tiga makom, makom Kyai Semar, Kyai Sepanjang, dan Syech Subakir. Mereka rata-rata inginnya ke tiga tempat itu,” pungkasnya. (wid)