Hanya di Purworejo, Jemur Bonsai Ajang Pengembangan Ekonomi Kreatif

JEMUR BONSAI. Berbagai jenis bonsai ditampilkan dalam even Jemur Bonsai bersama Kompi 2022 di kawasan Alun-Alun Kecamatan Pituruh, kemarin.(Foto: eko)
JEMUR BONSAI. Berbagai jenis bonsai ditampilkan dalam even Jemur Bonsai bersama Kompi 2022 di kawasan Alun-Alun Kecamatan Pituruh, kemarin.(Foto: eko)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Para pecinta bonsai dari berbagi daerah ambil bagian dalam aksi Jemur Bonsai bersama Komunitas Bonsai Pituruh (Kompi) 2022 di kawasan Alun-alun Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo selama 3 hari, Jumat-Minggu (11-13/3). Even perdana tersebut menjadi sarana silaturahmi sekaligus ajang bertukar wawasan perbonsaian dan pengembangan ekonomi kreatif.

Panitia Jemur Bonsai, Widyo Hananto, menyebut Jemur Bonsai diikuti sekitar 156 peserta. Sebagian besar berasal dari wilayah Kecamatan Pituruh. Namun, banyak pula yang datang dari daerah lain.

“Banyak juga yang dari kecamatan lain di Kabupaten Purworejo. Bahkan ada yang dari Kabupaten Wonosobo yaitu Perkumpulan Bonsai Wadaslintang atau Bodas, Kutowinangun dan juga Kebumen Kota,” sebutnya, Minggu (13/3).

Menurutnya, berbagai jenis bonsai ditampilkan selama 3 hari Jemur Bonsai. Mulai dari Serut, Pohon Asem, Sancang, Arabika, hingga beberapa jenis bonsai lain yang kini sedang banyak digandrungi pecinta bonsai.

“Usia bonsai yang mengikuti jemur bonsai ini paling lama sekitar 20 tahun. Kalau pohon Serut di alamnya mungkin lebih dari 20 tahun dan ada juga mungkin yang berusia 50 tahun,” jelasnya.

Lebih lanjut Widyo Hananto mengungkapkan, Jemur Bonsai baru kali pertama digelar di Kecamatan Pituruh. Tujuannya yakni menjadi sarana silaturahmi sekaligus ajang bertukar wawasan terkait perbonsaian.

“Semoga ini akan menjadi agenda rutinan. Pesan untuk pebonsai jangan pernah bosan untuk berimajinasi dalam dunia perbonsaian,” ungkapnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purworejo, Dulrokhim, menjadi salah satu peserta Jemur Bonsai. Antusias pebonsai asal Kelurahan Kledung Karangdalem Kecamatan Banyuurip tersebut ditunjukkan dengan mengusung 2 jenis bonsai miliknya, yakni Lada-lada sama Serut.

Bagi Dulrokhim, Jemur Bonsai yang diselenggarakan pebonsai Pituruh kali ini juga untuk menumbuhkembangkan ekonomi kreatif warga Pituruh.

“Itu tak hanya menyalurkan hobi, tak hanya silaturahmi, melainkan juga menambah pundi-pundi rezeki bagi para pelakunya,” ujar Dulrokhim. (top)