Hantam Pejalan Kaki hingga Meninggal Mobil Tak Dikenal Kabur

Hantam Pejalan Kaki hingga Meninggal Mobil Tak Dikenal Kabur
TABRAK LARI. Seorang pejalan kaki menjadi korban tabrak lari di Jalan raya Magelang – Semarang tepatnya masuk Dusun Kuwaluhan Desa Madusari Kecamatan Secang

MAGELANGEKSPRES.COM, SECANG – Terjadi kecelakaan lalulintas, tabrak lari di Jalan raya Magelang – Semawrang tepatnya masuk Dusun Kuwaluhan Desa Madusari Kecamatan Secang Kabupaten Magelang. Minggu (14/3/2021).

Kejadian sekitar pukul 05.20 WIB, kecelakaan tersebut melibatkan kendaraan yang tidak diketahui identitasnya dengan pejalan kaki.

“Korban atas nama Regeng, umur 82 Tahun, laki – laki, Swasta alamat Dusun Kuwaluhan Rt.2/1 Desa Madusari Kecamatan Secang Kabupaten Magelang mengalami luka pada bagian kepala dan meninggal dunia saat dirawat di RSJ Kota Magelang.

Sedangkan kendaraan yang menabrak korban belum diketahui identitasnya dan masih dalam pendalaman informasi,” ucap Kasubag Humas Polres Magelang, Iptu Abdul Mutohir, Minggu (14/3/2021).

Adapun kronologi kejadian, menurut keterangan para saksi kendaraan bermotor yang tidak diketahui identitasnya semula berjalan dari arah Magelang menuju Semarang sesampai di tempat kejadian perkara dari sisi kanan jalan datang korban yang sedang menyebrang jalan.

“Korban berjalan menuju sisi kiri jalan karena jarak sudah dekat kemudian terjadilah kecelakaan lalulintas dan kendaraan yang tidak diketahui identitasnya tersebut meningalkan TKP,” terang Mutohir.

Tindakan yang dilakukan petugas, Mendatangi TKP, mengkondisikan korban, mencatat saksi-saksi di TKP, Mengamankan barang bukti, Olah TKP laka lantas, Dan koordinasi dengan Pos lalulintas Secang.

Adapun lingkungan dan jalan di lokasi kejadian, kondisi jalan lurus beraspal baik, terdiri dari 2 jalur 2 lajur marka lurus, Cerah pagi hari, dan merupakan area permukiman.

“Analisa sementara, diduga menjadi penyebab kecelakaan lalulintas adalah pengemudi kendaraan yang tidak diketahui identitasnya tersebut karena pada saat berjalan kurang hati – hati dan meningalkan TKP,” pungkas Mutohir.(cha)

Artikel Menarik Lainnya :  Penggunaan Anggaran Covid-19 Rp2,94 Triliun Ternyata Bermasalah, BPK Temukan Penyimpangan