WONOSOBO– Calon jamaah haji (Calhaj) asal Kabupaten Eonosobo akan diberangkatkan pada pertengahan bulan Juli 2019. Terkait hal itu, pihak Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Wonosobo mengimbau kepada jamaah untuk menjaga kebugaraan. Pasalnya, mereka akan menghadapi cuaca panas di tanah suci nanti.

“Pra keberangkatan, kita terus memantau kondisi kesehatan calon jamaah haji. Yang paling penting nanti saat tiba di tanah suci. Sebab, calon haji akan berhadapan dengan cuaca yang panas,”  kata Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kantor Kemenag Wonosobo, Mahbub.

Diperkirakan, suhu di Arab Saudi sudah mencapai 40 hinga 45 derajat celcius pada siang hari dan 38 derajat celcius pada malam hari. Cuaca ekstrem  tersebut kemungkinan akan berlangsung hingga puncak haji, wukuf di arofah.

Sebanyak 1.079 Calhaj asal Kabupaten Wonosobo bakal diberangkatkan menuju ke tanah suci Mekah guna menunaikan ibadah haji tahun 1440 Hijiriah. Total calon jamaah haji yang akan diterbangkan melalui Embarkasi Solo (SOC) terbagi dalam 4 kelompok terbang (kloter).

Kloter pertama 34 SOC sebanyak 272 orang diberangkatkan dengan armada bus pada Selasa (16/07) pukul 13.00 WIB dari Pendopo Kabupaten Wonosobo.

“Kemudian pada hari yang sama juga diberangkatkan kloter 35 SOC sebanyak 352 orang dari Pendopo Kabupaten Wonosobo pukul 00.30 WIB,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, kemudian disusul kloter 36 SOC sebanyak 352 orang yang berangkat pada Rabu (17/07) pukul 03.30 WIB dari Pendopo Kabupaten Wonosobo. Selanjutnya pada pukul 07.00 WIB, kloter 37 SOC sebanyak 88 orang Calhaj yang juga diberangkatkan dari Pendopo Kabupaten Wonosobo.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Wonosobo, M. Thobiq menyebutkan, 1.079 calon jamaah haji tersebut terdiri dari 568 calon jamaah haji laki laki dan 511 calon jamaah haji perempuan.

Artikel Menarik Lainnya :  Rayakan HUT ke-10 Artos Mall dengan Syukuran Sederhana dan Donor Darah

Calon jamaah haji terbanyak, katanya berasal dari Kecamatan Wonosobo, yaitu sebanyak 213 orang. Sementara, untuk yang paling sedikit berasal dari Kecamatan Kalibawang yaitu berjumlah 6 orang.

Mereka yang berangkat paling banyak merupakan petani, yaitu sebanyak 351 orang, diikuti pedagang 280 orang, ibu rumah tangga 145 orang, buruh 110, swasta/lain-lain 97 orang, PNS 82 orang, BUMN/BUMD 10 orang dan TNI/Polri 4 orang.(gus)