Hadapi Ancaman Badai La Nina, Inilah Pesan Bupati Magelang…

Bupati Magelang dalam kegiatan Apel Gelar Pasukan Dan Peralatan dalam kesiapsiagaan penanggulangan bencana Kabupaten Magelang.
APEL. Bupati Magelang dalam kegiatan Apel Gelar Pasukan Dan Peralatan dalam kesiapsiagaan penanggulangan bencana Kabupaten Magelang.

KABUPATEN MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Berdasarkan informasi dari Badan  Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Semarang, prakiraan musim penghujan di wilayah Kabupaten Magelang Tahun 2021/2022 dimulai awal bulan Oktober 2021. Penghujan disertai adanya badai La Nina yang menyebabkan peningkatan curah hujan 40 persen lebih tinggi dari biasanya.

Untuk itu masyarakat dihimbau agar selalu waspada terhadap dampak dari curah hujan tinggi yaitu bencana Hidrometeorologis (bencana yang disebabkan oleh angin dan curah hujan) seperti banjir dan tanah longsor, sedangkan puncaknya akan terjadi pada bulan November-Desember 2021.

“Mengatasi bencana ini adalah persoalan kita bersama, jadi tidak ada ego sektoral. Kita berharap semuanya bergotong royong untuk membangun sinergitas dalam rangka melindungi masyarakat kita khususnya di sektor kebencanaan,” ucap Bupati Magelang Zaenal Arifin dalam kegiatan Apel Gelar Pasukan dan Peralatan dalam kesiapsiagaan penanggulangan bencana Kabupaten Magelang di halaman Setda Kabupaten Magelang, Rabu (3/11/2021).

Apel tersebut, diikuti Pemerintah Kabupaten Magelang bersama OPD dan jajaran Forkopimda. Tujuannya, mensikapi dan mengantisipasi kejadian bencana yang disebabkan oleh hidrometeorologi,

Sebagai pembina apel, Zaenal menjelaskan bahwa, saat ini sebenarnya masih masuk di musim kemarau, namun karena adanya fenomena badai La Nina sehingga menyebabkan musim penghujan menjadi maju dengan curah hujan yang cukup tinggi.

“Meskipun sudah mulai musim penghujan, namun masih ada beberapa daerah di Kabupaten Magelang yang mengalami kesulitan air bersih. Tapi insyaallah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk menyediakan air bersih,” jelas Zaenal.

Pada kesempatan yang sama, Zaenal juga mengingatkan terkait status Gunung Merapi yang saat ini masih berada pada status siaga (Level III). Menurutnya hal ini juga harus mendapat perhatian dari seluruh OPD yang terkait kebencanaan dan relawan serta masyarakat disekitar Gunung Merapi, khususnya yang berada pada wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB) III meliputi 19 Desa di 3 Kecamatan Sawangan, Dukun dan Srumbung.

Artikel Menarik Lainnya :  Gandeng RSU Syubbanul Wathon Tegalrejo, Muslimat NU Magelang Gelar Pengobatan Gratis

Selain bencana alam, tambah Zaenal, juga tidak kalah pentingnya adalah bencana non alam seperti yang saat ini sedang terjadi yaitu pandemi di seluruh penjuru dunia yaitu Covid-19, yang hingga hari ini masih ada dan perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak.

Diketahui bahwa saat ini Kabupaten Magelang masih berada di PPKM level III. Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten Magelang terus mendorong untuk melakukan percepatan vaksinasi sehingga segera dapat turun di level II.

“Insyaallah nanti minggu depan kita sudah turun di level II, karena cakupan vaksinasi kita saat ini sudah sekitar 48 persen. Dan kita akan terus berupaya bisa turun di level I dengan syarat vaksinasinya mencapai 70 persen,” ungkap Zaenal.(cha)