Habib Fatta Bersyukur Perpres Investasi Miras Dicabut

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Rois Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (Jatman) Kota Magelang, Habib Fatta Zahir Al Attas sependapat dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menolak rencana pemerintah yang menjadikan industri minuman keras (miras) keluar dari daftar negatif investasi.

Menurut Habib Fatta, kendati Kota Magelang dan Jawa Tengah tidak termasuk empat provinsi yang akan melegalkan barang haram itu, tetap saja efeknya dikhawatirkan akan mengubah citra di seluruh Indonesia.

“Saya dengar tadi (kemarin) sudah dicabut. Ya bersyukur lah, karena itu tidak sesuai dengan ajaran agama manapun di Indonesia,” kata Habib Fatta, saat dihubungi, Selasa (2/3).

Ia mengatakan, seharusnya kebijakan pemerintah mendatangkan kemaslahatan bagi masyarakat, bukan mudharatnya. Apalagi, miras selama ini masih menjadi pemicu utama tindakan kriminalitas.

“Saya sangat mendukung Kota Magelang punya perda miras, dan sampai sekarang masih konsisten ditegakkan. Pelaku-pelaku bandel bahkan ada yang ditipiring. Itu kemajuan yang harus selalu kita dukung,” ucapnya.

Ia meyakini bahwa agama manapun tidak ada yang membolehkan miras. Dia berharap agar kebijakan pemerintah yang dijalankan dapat menekan konsumsi minuman beralkohol, bukan malah didorong untuk naik dengan alasan investasi.

“Tidak ada alasan apapun untuk melegalkan miras. Apa jadinya generasi kita jika hanya karena investasi, tapi rusak semuanya,” kata Habib Fatta yang juga Ketua Yayasan Perguruan Al Iman Kota Magelang itu.

Dirinya juga mengapresiasi rencana Wakil Walikota Magelang, KH M Mansyur untuk menciptakan Kampung Religi di semua kampung di Kota Magelang. Upaya tersebut, kata dia, adalah sebuah warna baru dalam perkembangan religiusitas masyarakat.

“Salah satunya dengan Kampung Religi maka aksi negatif, termasuk miras, dan lainnya bisa ditekan. Saya setuju kali dengan gerakan ini,” paparnya.

Artikel Menarik Lainnya :  PPKM Level 3, Hotel di Kota Magelang Masih Sepi

Namun demikian, ia menyarankan Pemkot Magelang untuk tidak mengkhususkan umat Islam saja, melainkan semua agama juga terdampak adanya program tersebut.

“Harusnya Kampung Religi untuk semua agama. Tidak hanya Islam. Karena ini membuktikan toleransi dan jiwa Pancasilais di Indonesia. Terlebih di Kota Magelang ini, masyarakatnya kan heterogen,” pungkasnya. (wid)